arrow_upward

Sekitar Satu Ton Ikan Larangan Lubuk Landua Mati Mendadak

Selasa, 27 Oktober 2026 : 15.54

 

Terlihat ikan larangan Lubuak Landua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, yang mati mendadak, harus dikubur. (arafat) 

PASBAR, ANALISAKINI.ID--Sekitar satu ton ikan di objek wisata ikan larangan Lubuk Landua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mati mendadak dalam sepekan terakhir. Peristiwa tersebut membuat masyarakat setempat khawatir karena jumlah ikan yang mati terus bertambah hampir setiap hari.

Tokoh masyarakat setempat, Nurman, Selasa (27/10/2026), mengatakan, ribuan ikan berbagai jenis dan ukuran ditemukan mati secara bertahap. Warga pun terpaksa menguburkan bangkai ikan untuk mencegah bau tidak sedap yang dapat mengganggu masyarakat dan pengunjung.

Menurutnya, ikan-ikan tersebut awalnya terlihat tidak mau makan. Namun, beberapa saat kemudian, ikan mati mendadak dan mengapung di antara ikan lainnya di aliran sungai.

Warga telah melakukan pemantauan dan berbagai upaya pencegahan sejak sepekan terakhir. Mereka juga menyiapkan terpal plastik serta memberikan pengobatan secara swadaya untuk mengurangi risiko kematian ikan yang lebih banyak.

Masyarakat setempat telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasaman Barat. Laporan itu ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel air sungai dan ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium.

Hingga Selasa siang, penyebab pasti kematian ikan tersebut belum diketahui. Warga masih melakukan pembersihan, mengumpulkan bangkai ikan, serta memisahkan ikan yang terlihat sakit dari ikan lainnya.

Kepala DLH Pasaman Barat, Ntaran Handri, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air dan ikan mati untuk menjalani pengujian laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab kematian ikan di objek wisata Lubuk Landua.

Ia menjelaskan, petugas DLH juga terus melakukan pemantauan di lapangan karena ikan yang mati masih ditemukan. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan masyarakat setempat untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut. Menurutnya, sampel air dan ikan mati telah diambil pada Minggu sebelumnya. Hasil pengujian diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu setelah sampel dikirim ke laboratorium.

Sementara itu, masyarakat terus berupaya menyelamatkan ikan yang masih hidup dengan memisahkan ikan yang terlihat sakit dan memberikan pengobatan secara mandiri. Namun, berbagai upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang diharapkan karena kematian ikan masih terus terjadi.

Warga menyebutkan, lebih dari satu ton ikan jenis mas dan gariang telah dikuburkan beberapa kali di sekitar tugu ikan. Lokasi tersebut sebelumnya juga menjadi tempat penguburan ikan yang mati akibat bencana galodo atau banjir bandang pada 2022 lalu.

"Kematian ikan secara massal ini menjadi perhatian masyarakat karena Lubuk Landua merupakan salah satu objek wisata religi di Pasaman Barat. Sejumlah pengunjung masih berdatangan untuk melihat kondisi tersebut, sementara ikan yang masih hidup terlihat bergerak normal meskipun tidak makan seperti biasanya," katanya. (arafat)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved