Padang, Analisakini.id-Nama Putu Sri Ayu Tarisa atau yang lebih dikenal sebagai Sri Ayu Tarisa kembali menarik perhatian di jagat media sosial.
Perempuan kelahiran Buleleng, 22 Februari 1995, itu dikenal sebagai salah satu selebgram asal Bali yang mampu membangun popularitas melalui media sosial.
Menariknya, perjalanan Tarisa di dunia digital tidak bermula dari sebuah rencana besar untuk menjadi influencer.
Ia justru disebut mulai aktif di Instagram sekitar 2017 karena iseng mengunggah foto dirinya.
Respons warganet yang terus berdatangan kemudian membuat aktivitas tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.
Unggahan demi unggahan membuat jumlah pengikutnya bertambah, sekaligus membuka berbagai peluang endorsement.
Dari sinilah nama Sri Ayu Tarisa perlahan dikenal sebagai salah satu figur media sosial dari Bali.
Data profil yang beredar menyebut akun Instagram utamanya, @sriayutariisa28, kini memiliki pengikut dalam jumlah besar.
Salah satu layanan pemantau akun media sosial yang diperbarui baru-baru ini mencatat akun tersebut memiliki sekitar 893 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan dan aktivitas yang masih terlihat di platform tersebut.
Angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan yang bermula dari unggahan sederhana pada 2017 berkembang menjadi personal branding dengan basis pengikut yang sangat besar.
Konten yang ditampilkan Tarisa selama ini banyak berkaitan dengan gaya hidup, penampilan, aktivitas sehari-hari serta foto dan video yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengikutnya.
Penampilannya yang dianggap menarik perhatian, terutama oleh pengikut laki-laki, kemudian melahirkan julukan yang cukup populer di media sosial, yakni “pemersatu bangsa”.
Julukan tersebut lebih merupakan istilah warganet untuk menggambarkan daya tarik Tarisa di media sosial, bukan gelar resmi.
Di tengah popularitasnya, Tarisa juga diketahui telah berkeluarga.
Ia menikah dengan Riski Pratama dan dikaruniai seorang putri bernama Ni Putu Ayu Gita Prameswari.
Tarisa disebut berdomisili di kawasan Sanur, Denpasar.
Selain Instagram, profil yang beredar juga mencantumkan aktivitas Tarisa di sejumlah platform digital lain, termasuk TikTok.
Jejak tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Tarisa bukan sekadar soal jumlah pengikut.
Ia menjadi contoh bagaimana media sosial dapat mengubah aktivitas yang awalnya dilakukan tanpa tujuan profesional menjadi sebuah identitas digital dan sumber peluang ekonomi.
Jika pada 2017 sebuah foto yang diunggah karena iseng menjadi awal perjalanannya, kini nama Sri Ayu Tarisa telah memiliki basis pengikut yang besar.
Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana konsistensi, daya tarik personal dan kemampuan mengikuti karakter setiap platform dapat menjadi modal penting bagi seorang kreator digital.
Di tengah persaingan dunia influencer yang semakin ketat, Tarisa masih mempertahankan eksistensinya sebagai figur media sosial asal Bali yang memiliki basis pengikut besar.
Dari sebuah keisengan, kemudian menjadi pekerjaan dan personal branding, perjalanan Sri Ayu Tarisa menjadi gambaran bagaimana popularitas di era digital bisa tumbuh dari sesuatu yang sangat sederhana. (sumber : fb telusur bali)
Bagikan