Padang, Analisakini.id- Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) 2026 di Sumatera Barat Sumbar) mencapai Rp7,332 triliun hingga 30 September 2026. Capaian ini menjangkau sebanyak 99.219 debitur UMKM di seluruh wilayah Sumbar.
"Total pagu penyaluran KUR di Sumbar tahun ini adalah Rp7,9 triliun. Sedangkan yang sudah disalurkan mencapai 92,05 persen. Jadi ada plafon KUR yang masih tersisa sekitar Rp600 miliar lebih lagi. Ayo manfaatkanlah," kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharan Sumbar melalui Kabag Umum Khairil Indra, Selasa (27/10/2026) di Padang.
Dia menjelaskan secara nasional total plafon penyaluran KUR pada tahun ini sebesar Rp 290 triliun dan Sumbar Rp7,9 triliun. Disalurkan lewat Bank Himbara (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN) dan BSI termasuk Bank Nagari dan beberapa bank swasta.
Program KUR sambungnya, dirancang untuk memperkuat perekonomian rakyat melalui subsidi APBN dengan tingkat suku bunga yang sangat terjangkau hanya sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang berkisar antara 10 hingga 14 persen atau bahkan lebih.
Khusus di daerah terdampak bencana seperti Sumbar, Sumut dan Aceh, bunganya nol persen. Makanya bergegaslah. Sebab hanya tahun ini 0 persen, tahun depan naik menjadi 3 persen dan tahun berikutnya kembali normal bunganya menjadi 6 persen.
Menurut Khairil, kualitas pembiayaan KUR hingga saat ini tetap terjaga dengan baik, dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan) berada pada kisaran 2%. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan penyaluran kredit pada sektor-sektor riil.
Sekitar 50,4 persen penyaluran ke sektor pertanian, perburuan dan kehutanan serta 27,1 persen penyaluran KUR untuk sektor perdagangan besar dan lainnya.
Lebih banyak ke sektor produktif ini diharapkan dapat memperluas sentra ekonomi unggulan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru di seluruh pelosok negeri.
“KUR bukan sekedar program kredit, melainkan tangga bagi masyarakat untuk naik kelas, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Dari kab/kota, realisasi KUR terbanyak di Padang mencapai Rp1, 024 triliun dengan 11.682 debitur, lalu Pessel mencapai Rp898, 537 miliar dengan 11.997 debitur. Selanjutnya, Pasaman Barat Rp688, 138 miliar dengan 8.266 debitur, Dharmasraya Rp679, 389 miliar dengan 5.961 debitur dan Pasaman mencapai Rp593,259 miliar dengan 11.581 debitur. (pn)