![]() |
| Udara tak sehat di Padang, Tertinggi di Sumbar, pagi ini, Jumat (23/10/2026). Tapi aktivitas sekolah tetap berjalan, tidak diliburkan. (ist) |
Padang, Analisakini.id- Kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) IQAir, Jumat (23/10/2026) pagi.
Kota Padang mencatat indeks kualitas udara tertinggi dengan AQI 207 atau masuk kategori sangat tidak sehat pada pukul 08.00 WIB. Konsentrasi polutan utama PM2.5 di Padang tercatat sebesar 131,5 µg/m³
Kota Padang Panjang mencatat AQI 154 atau kategori tidak sehat pada pukul 07.00 WIB, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 59,7 µg/m³.
Kota Bukittinggi juga berada pada kategori tidak sehat dengan AQI 153 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 57,9 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Kota Solok mencatat AQI 155 atau kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 61,4 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Kabupaten Dharmasraya, melalui pemantauan di Pulau Punjung, mencatat AQI 163 atau kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 73,4 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Sementara itu, Kabupaten Solok melalui pemantauan di Arosuka mencatat AQI 137 atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 50 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Kualitas udara di Pariaman berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan AQI 110 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 39,4 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Kondisi serupa juga tercatat di Lubukalung, Kabupaten Padang Pariaman, dengan AQI 114 atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dan konsentrasi PM2.5 sebesar 40,7 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan, perlu memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (rl)
.jpg)