arrow_upward

Irman Gusman Dorong Muhammadiyah NTT Bertransformasi Jadi Center of Excellence Indonesia Timur

Senin, 26 Oktober 2026 : 13.05


Kupang, Analisakini.id-
Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendorong Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan transformasi agar menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan di kawasan Indonesia Timur.

Transformasi tersebut perlu diarahkan pada penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta gerakan sosial yang menjawab kebutuhan nyata daerah.

Hal itu disampaikan Mantan Ketua DPD RI dua periode itu dalam pertemuan silaturahmi bersama jajaran Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTT, Minggu (25/10/2026) malam.

Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah tersebut lantas menegaskan, Muhammadiyah memiliki modal organisasi, jaringan, dan amal usaha yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan untuk melahirkan inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas kemandirian ekonomi masyarakat.

“Muhammadiyah NTT harus berani bertransformasi. Kita ingin Muhammadiyah tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga menjadi Center of Excellence di kawasan Indonesia Timur, yang melahirkan gagasan, inovasi, dan program nyata untuk memajukan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua PWM NTT Mukhsin Masri, S.Ag., M.H.; Sekretaris Umum Munawar, S.E., M.SA; Bendahara Ahmad Syarif, S.E., M.H., M.Hum.; serta anggota PWM NTT, yakni Dr. Ahmad Atang, M.Si.; Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M.; Dr. Syarifuddin Derajat, M.Hum.; dan Drs. Arifin Djenawa, M.Pd.

Lebih lanjut,  Senator RI kelahiran Padang Panjang tersebut menyampaikan, tantangan pembangunan di NTT membutuhkan gerakan yang mampu menghubungkan pendidikan, penguatan usaha masyarakat, dan pemberdayaan sosial.

Dengan demikian, Muhammadiyah dapat mengambil peran lebih besar melalui pengembangan UMKM, perluasan akses pendidikan, serta program pemberdayaan yang membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup.

Anggota Komite I DPD RI itu juga mengingatkan bahwa transformasi tersebut perlu berakar pada semangat teologi Al-Ma’un, yang menempatkan kepedulian terhadap kelompok rentan sebagai wujud nyata keberagamaan. 

Nilai itu, menurut Ketua DPD RI ke-2 itu, harus hadir dalam tindakan konkret, bukan berhenti pada simbol dan ritual.

“Al-Ma’un mengingatkan kita bahwa keberagamaan tidak boleh berhenti pada simbol dan ritual", kata . 

"Keimanan harus melahirkan kepedulian sosial dan tindakan nyata. Pendidikan harus membuka jalan bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan, sedangkan kegiatan ekonomi harus memberikan kesempatan kepada mereka yang selama ini tertinggal,” tambahnya.

Irman menegaskan, keberhasilan Muhammadiyah tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi atau banyaknya amal usaha, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, penguatan kelembagaan perlu berjalan beriringan dengan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian warga.

Tokoh nasional kelahiran Padang Panjang itu berharap PWM NTT dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat agar potensi daerah dapat dikembangkan secara lebih terarah. 

Dengan langkah tersebut, Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan yang melahirkan solusi, memperluas kesempatan, dan mendorong kemajuan masyarakat, khususnya di Indonesia Timur. (*)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved