Padang, Analisakini.id—Kurang dari satu bulan, perbaikan accelator 1 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun Perumda Air Minum Kota Padang tuntas.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan, pascaperbaikan accelator 1, proses pengolahan air bersih di IPA tersebut sudah berjalan dengan sangat baik.Karena accelator 1 telah kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
“Alhamdulillah secara bertahap sudah berangsur kembali pulih. Kami berharap dengan selesainya perbaikan accelator 1 ini, permasalahan kekeruhan air yang sampai ke rumah-rumah pelanggan dapat diminimalisir,” ujarnya,“Selasa (18/8).
Walau begitu, Adhie mengatakan, beberapa area memang masih ada terkendala dengan kekeruhan air, tapi hanya sedikit sekali.
“Saat ini kami tetap melakukan flushing di beberapa area yang masih berdampak guna menstabilkan pendistribusian dan tekanan air agar kekeruhan air yang mengendap dalam pipa dalam terbuang dan berganti dengan air yang telah bersih dan jernih kembali,” ucapnya.
Menurutnya, proses ini berjalan secara bertahap seiring berjalannya proses pengolahan pada accelator yang telah selesai diperbaiki.
“Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang mengucapan terimaksih kepada PU, Hutama Karya dan semua pihak yang telah membantu upaya perbaikan dan rehab salah satu insfrastruktur penting dari pengolahan air ini,” ucapnya.
Sebelum nya, sejumlah pelanggan di area pusat kota mengeluhkan air PDAM yang mengalir ke rumah mereka keruh.
Untuk menjawab keluhan pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang pun mempercepat rehab rekon pascabencana Hidrometeorologi akhir 2025 lalu. Di mana, IPA Gunung Pangilun terdampak cukup parah.
Salah satunya melakukan perbaikan bangunan accelator IPA Gunung Pangilun, Selasa (21/7). Perbaikan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengolahan air baku sekaligus mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan pascabencana yang berdampak pada sejumlah komponen di dalam bangunan accelerator.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal mengatakan, perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Bangunan accelerator memiliki peran penting dalam proses pengolahan air. Unit tersebut menggabungkan tiga tahapan utama, yakni koagulasi, flokulasi, dan pengendapan atau sedimentasi dalam satu sistem terpadu untuk menjernihkan air baku yang keruh.
Namun, pascabencana, sejumlah komponen yang terdapat di dalam bangunan accelerator IPA Gunung Pangilun mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat perbaikan secara menyeluruh diperlukan agar proses pengolahan air dapat kembali berjalan lebih optimal dan menghasilkan mutu air olahan yang lebih baik.
Hendra menyebutkan, pekerjaan perbaikan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih empat minggu. Pihaknya terus melakukan pemantauan agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan kualitas pekerjaan. (rl)