arrow_upward

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Awal 2026 Menguat, Ini Kata Kepala BPS

Rabu, 06 Mei 2026 : 16.57

 


PADANG, ANALISAKINI.ID--Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,02 persen secara y-on-y. Dari segi lapangan usaha, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum (17,77 persen). Lapangan usaha yang juga memiliki pertumbuhan yang tinggi secara y-on-y adalah jasa lainnya (9,10 persen) serta lapangan usaha jasa keuangan (7,94 persen). 

Dari segi komponen pengeluaran, komponen impor barang dan jasa pengurang PDRB, memiliki pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 21,04 persen. Komponen yang juga memiliki pertumbuhan tertinggi lainnya yaitu komponen ekspor barang dan jasa (20,14 persen).

"Selaras dengan pertumbuhan secara y-on-y yang menunjukkan angka positif, ekonomi Sumbar pada triwulan I-2026 dibandingkan dengan triwulan IV-2025 (q-to-q) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,15 persen," kata kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Nurul Hasanudin, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Ruang Marapi Vicon BPS Sumbar, Selasa (5/5/2026)

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan provinsi lain, pada triwulan I-2026 ini Sumbar menyumbang 6,83 persen perekonomian di Pulau Sumatera dan 1,51 persen perekonomian nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumbar Februari 2026 sebesar 5,51 persen, turun 0,18 persen poin dibanding Februari 2025.

Penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) mengalami tren yang cenderung meningkat, seiring bertambahnya jumlah penduduk di Sumbar. Penduduk usia kerja pada Februari 2026 sebanyak 4,52 juta orang, naik sebanyak 67,65 ribu orang dibanding Februari 2025. 

Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu sebanyak 3,24 juta orang (71,76 persen), sedangkan sisanya termasuk bukan angkatan kerja. Komposisi angkatan kerja pada Februari 2026 terdiri dari 3,06 juta orang penduduk yang bekerja dan 178,68 ribu orang pengangguran. 

Penduduk bekerja naik sebanyak 85,75 ribu orang dan pengangguran turun sebanyak 1,05 ribu orang. Dari 3,06 juta penduduk bekerja, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Sumbar yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 32,95 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 17,06 persen, dan akomodasi dan makan minum sebesar 8,92 persen. 

Melalui penerbitan Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025, BPS melakukan penyesuaian dengan mengganti KBLI 2020 secara bertahap menjadi KBLI 2025 pada seluruh kegiatan statistik, termasuk pelaksanaan Sakernas Februari 2026. Sementara itu, pada kegiatan Sakernas Februari 2025 masih menggunakan KBLI 2020. 

Menurut status pekerjaannya, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 31,30 persen, sementara yang paling sedikit berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar, yaitu sebesar 4,66 persen. Pada Februari 2026, penduduk bekerja pada kegiatan informal masih mendominasi, yaitu sebanyak 1,96 juta orang (64,04 persen), sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 1,10 juta orang (35,96 persen). 

TPT hasil Sakernas Februari 2026 tercatat sebesar 5,51 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5‒6 orang penganggur. TPT mengalami penurunan sebesar 0,18 persen poin dibandingkan dengan Februari 2025, dan secara absolut jumlah pengangguran berkurang sebanyak 1,05 ribu orang. 

Sementara Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Sumbar mencapai 5,92 juta jiwa, meningkat dibandingkan hasil SP2020. Laju pertumbuhan penduduk dalam lima tahun terakhir tercatat sebesar 1,41 persen per tahun. 

Struktur penduduk didominasi oleh usia produktif (15–64 tahun) sebesar 67,75 persen, sementara rasio ketergantungan berada pada angka 47,59, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 48 penduduk usia nonproduktif. 

Dari sisi komposisi demografi, penduduk Sumbar didominasi oleh generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial yang mencakup hampir separuh populasi. Rasio jenis kelamin tercatat sebesar 102, yang menunjukkan jumlah laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. 

Hasil SUPAS 2025 juga menunjukkan Sumbar mulai memasuki fase penuaan penduduk (ageing population) dengan proporsi penduduk lanjut usia mencapai 12,01 persen. Indikator fertilitas menunjukkan tren penurunan yang konsisten. 

Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,39, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan juga terlihat pada Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) menjadi 14,58 per 1.000 kelahiran hidup, mencerminkan perbaikan kondisi kesehatan masyarakat. 

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Sumatera Barat tahun 2025 tercatat sebesar 0,364. Capaian ini menempatkan Sumbar pada peringkat ke-12 secara nasional dan berada lebih baik dibandingkan IKG nasional yang sebesar 0,402. Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan antara laki-laki dan perempuan masih terjadi, namun secara umum mengalami perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Sementara pada dimensi pasar tenaga kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki tercatat sebesar 83,21 persen dan perempuan sebesar 59,40 persen, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam partisipasi kerja. Secara tren, IKG Sumbar selama periode 2019 hingga 2025 menunjukkan penurunan yang konsisten, dari 0,527 pada tahun 2019 menjadi 0,364 pada tahun 2025. 

Penurunan ini menandakan bahwa kesenjangan gender semakin menyempit, didukung oleh perbaikan pada indikator kesehatan reproduksi, peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan dan politik, serta meningkatnya keterlibatan perempuan dalam pasar kerja, meskipun perbedaan antara laki-laki dan perempuan masih terlihat. (hen)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved