Padang, Analisakini.id- Dua hari setelah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71, Ir. Djoni mendapat penghargaan pula dari
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).
Kepala Dinas Pertanian Sumbar periode April 2006 sampai 1 September 2015 ini terpilih sebagai penggiat dan inovator pertanian Sumbar. Dia memang penggagas Sawah Pokok Murah (SPM) yang diterapkan para petani di Sumbar.
"Penghargaan ini bentuk pengakuan terhadap inovasi yang lahir dari masyarakat, khususnya untuk membantu petani. Inovasi Sawah Pokok Murah ini memberikan kemurahan kepada rakyat, terutama untuk petani,” katanya.
Penghargaan yang didapatkan itu tidak terlepas dari aktivitasnya mendampingi petani, meski telah pensiun dari pemerintahan. Bagi Djoni mendampingi petani adalah harga mati. Dia takkan berhenti membina dan memberikan inovasi.
Bahkan pendampingan kepada petani sudah dilakoni sebelum menjadi pejabat di Pemprov Sumbar. "Tak bisa dihentikan. Naluri saya yang minta. Menjabat atau tak menjabat, tak halangi saya dekat dan membina petani," katanya.
Dia mengaku telah aktif di sawah sejak 1984. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar untuk terus memberikan pendampingan dan inovasi kepada petani sampai sekarang di usia 71 tahun ini.
Dan kepedulian terhadap petani ini serta inovasi yang dilahirkan, mengantarkan Djoni meraih penghargaan Kalpataru untuk kategori pengabdi lingkungan pada 2009 di Istana Negara, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyerahkan penghargaan Kalpataru kepada Djoni yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pertanian Sumbar.
Djoni dapat Kalpataru, bukan karena sebagai Kepala Dinas Pertanian Sumbar, tapi karena perjuangan dan kegigihannya dalam menerapkan pertanian organik.
Jarang-jarang pejabat Sumbar dapat Kalpataru yang seleksinya sangat ketat itu. Tapi Djoni membuktikannya.
Ia juga menyoroti kondisi petani saat ini. Kesejahteraan petani masih belum banyak berubah. Padahal yang menjadi ukuran keberhasilan pembangunan pertanian seharusnya dilihat dari kesejahteraan dan kemandirian petani. Okelah, semoga inovasi SPM, mendongkrak kesejahteraan petani. (effendi).