Jakarta, Analisakini.id-
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pejabat dari sejumlah jenjang karena dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan uang.
Selain mencopot, ia juga melantik lebih dari 30 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bapanas, Selasa (18/8).
Amran mengatakan 14 pejabat tersebut terdiri dari eselon I, II, dan III. Mereka dicopot dari jabatan atau nonjob untuk sementara dan menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementan.
"Hari ini kami melantik 30 lebih eselon II. Kami lantik, ini penyegaran dan hukuman. Ada 14 kami copot, ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi jabatan sementara diperiksa," kata Amran seusai pelantikan di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
Amran mengatakan dugaan pelanggaran 14 pejabat tersebut berkaitan dengan uang dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Ia memberi waktu kepada Itjen untuk menuntaskan pemeriksaan paling lambat tiga bulan.
"Pelanggarannya intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya. Ini nilainya nanti total yang jelas miliaran, total saya beri waktu Irjen mengusut sampai paling lambat tiga bulan kalau bisa satu bulan selesai," ujarnya.
Ia mengatakan pencopotan tersebut belum merupakan keputusan final bahwa para pejabat terbukti melakukan pelanggaran. Jika pemeriksaan tidak menemukan kesalahan, mereka akan dikembalikan ke jabatan dan dapat dipromosikan kembali.
"Kalau ini betul-betul merugikan negara, kami serahkan ke penegak hukum. Kami tindak tegas. Tetapi sebaliknya kalau terbukti dia tidak melakukan apa-apa, kami akan lantik kembali, kami akan promosikan kembali," kata Amran.
Dalam pelantikan tersebut, Amran meminta pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas sesuai sumpah jabatan dan tidak melakukan korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
"Jangan korupsi, jangan kolusi, nepotisme, enggak boleh tingkatkan kinerja," ujar Amran.
Amran juga mengatakan pengisian jabatan harus mengikuti prinsip meritokrasi dan tidak melalui praktik titip-menitip.
"Jadi kita harus sportif, meritokrasi. Bahkan di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, merit system," katanya.
Berikut sejumlah pejabat yang dilantik berdasarkan daftar jabatan yang tersedia:
Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian Yudi Sastro
Kepala Biro Hukum Ayun Kristiyanto
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Indra Zakariya Rayusman
Direktur Alat dan Mesin Pertanian Prapanen Muhammad Sidiq
Sekretaris Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Husnain
Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Gunawan
Direktur Aneka Kacang dan Umbi Andi Muhammad Idil Fitri
Direktur Perbenihan Hortikultura Muhammad Agung Sunusi
Direktur Buah dan Florikultura Tommy Nugraha
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Sudi Mardianto
Direktur Pelindungan Hortikultura Leli Nuryati
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Mutiara Sari
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Handi Arief
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro
Kepala Balai Besar Veteriner Maros Dinar Hadi Wahyu Hartawan
Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar I Gde Eka Budhiyadnya
Kepala Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian Muhammad Thamrin
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung Endro Gunawan
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan Wahida Annisa Yusuf
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tenggara Kamri Alwi
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Maluku Gunawan
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang Ahmad Dedy Syathori
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian GowaIsmaya Nita Rianti Parawansa.
(sumber : cnnindonesia.com)