arrow_upward

DPRD Sumbar Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan JDIH 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 : 16.09

 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi usai menerima penghargaan pada ajang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Nasional 2026.

PADANG, ANALISAKINI.ID--DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengukir prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Penghargaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Nasional 2026, DPRD Sumbar sukses mengamankan peringkat keempat terbaik untuk kategori DPRD Provinsi. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai satu-satunya lembaga legislatif dari ranah Minang yang memboyong penghargaan tersebut.

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menerima langsung penghargaan tersebut pada perayaan Hari Pengayoman ke-81 di Padang, Rabu (19/8/2026). Prestasi ini menjadi buah dari konsistensi pengelolaan data dan keterbukaan informasi sepanjang tahun 2025.

Tim penilai nasional tidak hanya mengecek kelengkapan dokumen hukum, tetapi juga mengukur efektivitas digitalisasi, inovasi sistem, jumlah kunjungan situs web, hingga kemudahan akses bagi publik. Melalui laman JDIH, masyarakat kini bisa memantau produk hukum daerah mulai dari peraturan daerah (perda), rancangan perda, keputusan pimpinan, naskah akademik, hingga risalah rapat.

Muhidi menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pajangan, melainkan pemantik untuk terus bertransformasi.

"Ini kebanggaan bersama. Namun, esensi utamanya adalah bagaimana JDIH benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Akses informasi hukum harus semakin transparan dan mudah dijangkau," ujar Muhidi seusai menerima penghargaan.

Senada dengan hal itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumbar, Alpius Sarumaha, mengingatkan pentingnya memangkas sekat birokrasi demi pelayanan publik. Ia menekankan bahwa reformasi hukum harus berorientasi pada solusi masyarakat, bukan sekadar urusan administratif.

"Kita bekerja untuk rakyat. Jadi, saat masyarakat datang membawa masalah, jangan kita tambah dengan persoalan baru yang berbelit-belit. Semangat pengayoman itu harus mewujud dalam kerja nyata, bukan slogan semata," kata Alpius. (n-r-t)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved