arrow_upward

Pada Acara 70 Tahun Guspardi Gaus, Senator Irman Gusman: “Beliau Lurus dalam Prinsip dan Konsisten Mengabdi"

Rabu, 10 Juni 2026 : 19.51


Jakarta, Analisakini.id-
Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman menyebut Guspardi Gaus sebagai sosok yang lurus dalam prinsip dan konsisten dalam pengabdian. 

Hal itu disampaikan mantan ketua DPD RI dua periode itu saat menjadi panelis diskusi yang bertajuk "Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus" yang dipandu oleh anggota DPR RI Mardani Ali Sera di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

“Beliau lurus dalam prinsip dan konsisten mengabdi,” ujar Irman.

Lebih lanjut, menurut ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah itu, perjalanan hidup Guspardi menunjukkan ketokohan lahir dari proses panjang melalui pendidikan, pengalaman organisasi, kerja keras, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Guspardi menempuh pendidikan di Thawalib Padang Panjang, PGA, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hingga Universitas Al-Azhar Mesir. Meski sempat diharapkan menjadi pendakwah, Irman menilai Guspardi tetap menjalankan dakwah dalam bentuk pengabdian sebagai saudagar, akademisi, sosial dan politik.

“Dulu orang tua kami berharap beliau menjadi pendakwah. Sampai hari ini beliau tetap berdakwah. Dakwahnya dari pasar ke pasar dan dari parlemen ke parlemen,” kata Irman.

Sepulang dari Mesir, Guspardi menjadi dosen di IAIN Imam Bonjol Padang sekaligus merintis usaha yang berkembang menjadi Citra Swalayan. 

Di era reformasi, ia terjun ke politik melalui DPRD Sumatera Barat selama tiga periode, sebelum menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024.

Irman menilai Guspardi dikenal sebagai sosok lugas dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat, salah satu yang fenomenal berhasil memasukkan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.

Dalam acara bedah buku yang dimoderatori oleh Ketua BKSAP Mardani Ali Sera, Irman menggambarkan karakter Guspardi dengan  mengenang pengalaman masa kecil ketika mereka diminta memijit sang ayah. 

Saat ayah mereka tertidur, Irman memilih berhenti, sementara Guspardi tetap melanjutkan. “Saya bilang ayah sudah tidur. Tapi beliau tetap melanjutkan. Kalau sudah merasa itu tugasnya, beliau akan menyelesaikannya sampai tuntas,” kenang Irman.

Bagi Senator kelahiran Padang Panjang itu, usia ke-70 tahun, justru semangat pengabdian Guspardi tetap terjaga—terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi atas kiprah Guspardi di dunia politik.

Sebagai politisi PAN, Zulkifli Hasan menilai Guspardi memberikan kontribusi besar dalam mengangkat marwah partai di parlemen.

“Tidak banyak politisi seperti beliau yang lugas, konsisten, dan santun,” ujar Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai Guspardi sebagai sosok pekerja keras yang tidak hanya berbicara, tetapi juga memberi teladan dalam tindakan.

“Pak Guspardi tidak hanya bicara soal mengatasi Covid-19 dengan lisan, tetapi memberikan contoh dengan aksi nyata menjaga kesehatan keluarga,” kata Eddy.

Acara 70 tahun dan pelincuran 7 buku  Guspardi dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi,  Ketua Komisi II DPR RI Rifqi Nizami Karsayuda, Wakil Ketua Baleg DPR RI Dolly Kurnia Tanjung, Buya Anwar Abbas, Din Syamsuddin, anggota DPR RI yang juga, Sekjen ICMI Andi Juliana Paris, 
Ketua KPU, M. Afifuddin, Direktur Utama PT. Semen Indonesia Indra Founy dan sejumlah tokoh nasional

Tokoh minang pun banyak yang hadir dalam acara 70 tahun dan peluncuran 7 Buku Gudpardi ini diantaranya, Prof Maizar Rahman, Zulkarnain Jabar, H. Arnis Saleh, Basril Jabar, Firdaus HB dan lainnya. (*/rl)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved