Sejumlah
warga dan pelajar bersiap turun dari rakit penyeberangan sungai di Nagari
Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, (7/5/2026). Insert; Anggota DPRD Sumbar, Endarmy.
(antara/*)
PADANG PARIAMAN, ANALISAKINI.ID--Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Hj. Endarmy
menyoroti belum diperbaikinya Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Kabupaten
Padang Pariaman, meski bencana banjir bandang telah berlalu selama lima bulan.
Menurut Endarmy, jembatan tersebut
merupakan akses vital masyarakat yang menghubungkan Nagari Anduriang dan Nagari
Kayu Tanam. Sebelum rusak akibat banjir bandang, jembatan itu menjadi jalur
utama warga dan pelajar untuk beraktivitas setiap hari.
“Ya, jembatan itu sangat penting bagi
masyarakat. Sebelum rusak, akses itu menjadi satu-satunya jalur utama warga dan
pelajar di dua nagari,” kata Endarmy saat diwawancarai, Senin (11/5/2026).
Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten
Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu menjelaskan, hingga kini masyarakat masih
menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Kondisi tersebut dinilai
membahayakan, terutama saat debit air meningkat dan arus sungai deras.
Meski terdapat jalur alternatif, Endarmy
menyebut akses tersebut memerlukan waktu tempuh lebih lama karena jaraknya
cukup jauh.
“Akses lain ada, akan tetapi butuh waktu
dan jaraknya lebih jauh,” ujarnya.
Untuk itu, Endarmy meminta pemerintah
segera mengambil langkah cepat untuk membantu aktivitas masyarakat. Ia
mendorong pembangunan jembatan darurat sebagai solusi jangka pendek agar
mobilitas warga kembali normal.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah
melakukan normalisasi sungai guna mempercepat pemulihan pascabencana di kawasan
tersebut.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur
sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat tidak terus
terganggu.
Diketahui, Jembatan Anduriang mengalami
rusak berat setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November
2025. Hingga kini, warga masih menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah. (n-r)
