arrow_upward

Eks Dubes RI: Kematian Ayatollah Ali Khamenei Tak akan Membuat Rezim Iran Bubar

Minggu, 01 Maret 2026 : 12.56

Dalam foto yang dirilis pada hari Senin, 9 Februari 2026, oleh situs web resmi kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato kepada bangsanya dalam siaran televisi. (Sumber: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran melalui AP)

Padang, Analisakini.id- Eks Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit menilai kematian Ayatollah Ali Khamenei tak akan membuat rezim Iran bubar.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas terbunuh karena serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, Minggu (1/3/2026). Adapun AS-Israel melakukan serangan ke Teheran, Iran, sejak Sabtu (28/2) kemarin.

Salah satu sasaran serangan AS-Israel, dalam misi yang bernama Operasi Epic Fury itu adalah area kediaman dan kantor Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan tersebut yang diyakini menjadi penyebab tewasnya sosok yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu.

Namun, Dian Wirengjurit menilai tewasnya Khamenei bakal membuat rezim Iran takluk.

“Sebuah negara yang baik adalah negara yang memiliki sistem ketatanegaraan yang juga jelas, undang-undang yang jelas. Apa yang terjadi di Iran menunjukkan sistem itu berjalan,” katanya dalam dialog pada program Breaking News KompasTV, Minggu (1/3).

“Dengan terbunuhnya Khamenei tidak berarti dengan sendirinya rezim Islam Iran bubar. Tidak berarti akan ada pergantian pemimpin Iran, dengan seorang berasal dari luar entitas negara Islam Iran,” lanjut Dian.

Ia mengatakan sekarang yang akan bekerja adalah dewan pakar Iran, yang terdiri dari tujuh Ayatollah senior untuk menentukan penggantinya.

“Semua sistem tetap berjalan, Garda Revolusi dan angkatan bersenjatanya Iran tetap dalam kondisi perang, tempur, siap di medan laga. Hanya medan laganya adalah Iran, yang artinya defensif,” ujar Dian.

Dubes RI untuk Iran yang bertugas pada 2011 hingga 2015 itu menilai serangan ke Iran masih akan tetap terjadi dan mungkin akan lebih gencar lagi.

“Saya tadinya membayangkan perang kali ini tidak akan lama, karena sekadar uji coba,” ujarnya.

“Tetapi buat saya, dengan konfirmasi tewasnya Ayatollah Khamenei, ceritanya agak berubah lagi, bahwa perang mungkin akan lebih lama, karena Iran akan lebih mengerahkan kekuatan-kekuatan di berbagai front akan diarahkan ke sasaran-sasaran yang tertuju,” tambahnya. (sumber kompastv)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved