Padang, Analisakini.id-
Bank Nagari dicap sebagai bank peduli UMKM? Itu benar. Data juga memperlihatkan demikian. Bahkan antar BPD se-Indonesia, Bank Nagari yang paling tinggi rasio penyalurannya kepada UMKM pada 2025 lalu.
"Alhamdulillah, Bank Nagari memiliki rasio 20,85 persen. Paling tinggi diantara Bank Pembangunan Daerah (BPD) provinsi lain," kata Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra saat memaparkan kinerja keuangan Bank Nagari tahun 2025 di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Nagari, Jl. Pemuda 21 Padang, Senin (2/2/2026).
Gusti Candra menyampaikan, Bank Nagari menyalurkan kredit atau pembiayaan kepada UMKM mencapai Rp6,254 triliun dari total kredit UMKM seluruh bank di Sumbar yang mencapai Rp30,002 triliun. Dengan angka ini, maka rasio kredit UMKM Bank Nagari mencapai 20,85 persen.
Pada kesempatan itu hadir lengkap jajaran Direksi Bak Nagari yakni, Direktur Keuangan Roni Edrian, Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Direktur Kredit dan Syariah Hafid Dauli serta Direktur Kepatuhan Sukardi. Selain itu, juga hadir Komisaris Utama (Komut) Bank Nagari Andri Yulika, duo komisaris Manar Fuadi dan Edrizanof serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari Yasri.
Gusti Candra mengungkapkan, Bank Nagari ikut serta mendukung program pemerintah, di antaranya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).
“Penyaluran KUR Bank Nagari tahun 2025 mencapai Rp1,38 triliun yang diberikan kepada 7.506 debitur yang terdiri dari penyaluran KUR Konvensional sebesar Rp1,1 triliun kepada 5.861 debitur, dan penyaluran KUR Syariah sebesar Rp265,82 miliar kepada 1.045 debitur,” Gusti Candra merinci.
Sementara itu, penyaluran KPR FLPP Bank Nagari Tahun 2025 mencapai Rp85,77 miliar dengan jumlah sebanyak 548 unit rumah. Kemudian, penyaluran kredit Simamak (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan) tahun 2025 mencapai Rp10,774 milliar.
Menurut Gusti Candra, Bank Nagari terus konsisten memberikan perhatian dan kepedulian kepada pelaku UMKM agar semakin maju dan berkembang sehingga menjadi UMKM Naik Kelas dan UMKM Go Digital.
Menurut dia, peran dan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional, khususnya Sumatera Barat (Sumbar), memang sangat signifikan, karena menggerakkan sektor rill, serta mempunyai kontribusi nyata dalam pembukaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. (*/rl)