arrow_upward

Lowongan Tukang Kayu Hingga Koki di Antartika, Gaji Ratusan Juta

Selasa, 27 Januari 2026 : 18.24
Antartika. Foto: Cassie Matias/Unsplash

Jakarta, Analisakini.id - Mau bekerja di Antartika dengan gaji lumayan besar? British Antarctic Survey (BAS) kembali membuka rekrutmen besar-besaran di awal tahun ini untuk mencari staf yang bersedia bekerja di stasiun penelitian mereka di Antartika.

Selain ilmuwan dan peneliti yang memang banyak dicari, mereka juga berburu staf teknis dan kru pendukung, termasuk tukang kayu, koki, tukang ledeng, pengemudi perahu, penyelam, operator mesin, dan banyak lagi.

Peminat dapat melihat lowongan yang tersedia dan melamar di sini: bas.ac.uk/vacancies. Lowongan pekerjaan akan terus ditambah hingga Maret 2026. Selain itu, peminat juga bisa mendaftar untuk menerima pembaruan via email saat ada lowongan baru dibuka.

Gaji dimulai dari GBP 30.244 (sekitar Rp 694 jutaan saat tulisan ini dibuat) per tahun. Asyiknya, seluruh biaya hidup ditanggung selama bekerja di sana, termasuk akomodasi, makan, transportasi, pakaian khusus, peralatan, hingga pelatihan.

Tanpa perlu memikirkan biaya sewa tempat tinggal atau biaya hidup sehari-hari, ini adalah salah satu dari sedikit pekerjaan di mana gaji bisa benar-benar utuh.

Antartika adalah satu-satunya benua di Bumi tanpa penduduk asli atau penghuni tetap. Namun, benua ini menjadi rumah bagi komunitas sementara yang terdiri dari ilmuwan, teknisi, dan staf pendukung yang tinggal bergilir di sana. Populasi mencapai puncak sekitar 5.000 orang selama bulan musim panas (Oktober hingga Maret), dan menyusut menjadi sekitar 1.000 orang di musim dingin yang keras dan tanpa matahari (April hingga Oktober).

Tinggal dan bekerja di benua paling selatan di planet ini memiliki keistimewaan. Ini adalah kesempatan seumur hidup untuk bekerja di salah satu tempat paling unik dan indah di dunia. Namun, isinya bukan cuma penguin dan pemandangan kutub. Isolasi berbulan-bulan, cuaca ekstrem, dan kontak terbatas dengan dunia luar bisa menjadi tantangan berat.

Dan McKenzie, Kepala Stasiun di Stasiun Penelitian Halley VI yang telah bekerja di Antartika selama lima tahun, memaparkan pengalamannya. "Saya cukup beruntung bisa bekerja untuk BAS di beberapa tempat berbeda. Saya memulainya sebagai tukang ledeng di Rothera dan sekarang saya menjabat Kepala Stasiun di Halley VI, sebuah tempat luar biasa yang diisi orang-orang berbakat," katanya.

"Saya selalu berpikir, saya hanyalah seorang pemuda dari Wigan yang tidak pernah kuliah dan berasal dari latar belakang cukup sederhana dan sekarang saya ada di sini. Itulah indahnya BAS, siapa saja bisa mencobanya dan jika Anda bekerja keras, Anda tidak pernah tahu ke mana hal itu akan membawa Anda," tambah McKenzie yang dikutip detikINET dari IFL Science.

"Menjadi tukang kayu di Antartika menuntut kemampuan adaptasi dan kerja sama tim. Saya mendapatkan keterampilan di sini yang saya bawa kembali ke dunia nyata dan melakukan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan bisa saya lakukan," cetus Phill Coolman, seorang tukang kayu di Halley VI di Antartika. (sumber : detik.com)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved