arrow_upward

UU E-Commerce Disahkan, FPKS Desak Pemerintah Serius Kembangkan UMKM Berorientasi Ekspor

Rabu, 25 Agustus 2021 : 20.07

 

Anggota DPR dari Fraksi PKS Hj. Nevi Zuairina serahkan pandangan umum fraksi terkait Pengesahan ASEAN Agreement On Electronic Commerce yang disahkan pada rapat kerja Pembicaraan Tingkat I. (ist)

Jakarta, Analisakini.id-Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina menanggapi Pengesahan  ASEAN Agreement On Electronic Commerce yang disahkan pada rapat kerja  Pembicaraan Tingkat I terhadap RUU tersebut.

Nevi mengatakan, kegiatan perdagangan lintas batas melalui sistem elektronik di era globalisasi saat ini merupakan suatu keniscayaan, akan tetapi adanya ASEAN Agreement On Electronic Commerce harus bisa menumbuhkan dan mengembangkan UMKM dalam negeri.

"Adanya RUU ASEAN Agreement On Electronic Commerce harus dapat meningkatkan peran Pemerintah dalam mengembangkan produk UMKM dalam negeri yang berorientasi ekspor. Mengingat dengan adanya perdagangan lintas batas dalam e-commerce, dapat membuat persaingan produk lintas negara semakin ketat sehingga produk dalam negeri harus mampu bersaing dengan produk luar negeri, sehingga dapat digemari oleh penduduk luar negeri", urai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II itu. 

Nevi melanjutkan,  adanya perjanjian ini mengharuskan  pemerintah  membuat regulasi tentang standarisasi produk yang bisa dipasarkan di wilayah Indonesia, termasuk didalamnya penerapan aturan sertifikat halal terutama untuk makanan dan obat sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen di Indonesia yang sebagian besar beragama Islam.

"Pemerintah harus dapat melindungi pelaku usaha dalam negeri dari serbuan produk asing yang masuk melalui E-Commarce dengan cara membuat regulasi untuk membatasi praktek perdagangan lintas batas  atau cross border yang dilakukan melalui E-Commerce. Sampai pemerintah mampu membina pelaku usaha UMKM terutamanya menjadi kokoh dan tangguh dalam bersaing, maka regulasi perlindungan ini akan tetap dibutuhkan. Bila tidak dilakukan, akan dikahwatirkan di masa depan akan banyak yang gulung tikar akibat belum siap menghadapi persaingan global", tutup Nevi.(***)




Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved