arrow_upward

TENTANG PILKADA SUMBAR (2) Petahana Zainal Bakar Gagal di Detik-detik Terakhir

Senin, 21 Desember 2020 : 12.30
(sumber : kerajaannusantara.com).

Padang, AnalisaKini.id-Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai parpol pemenang kedua Pileg 2004 setelah Partai Golkar, menempatkan 10 kadernya di DPRD Sumbar. Untuk menatap Pilgub 2005 dan mengacu kepada aturan, PAN bisa mengusung sendiri paslon tanpa harus koalisi.

Dan saat pleno di DPW PAN Sumbar, diputuskanlah PAN mengusung Jeffrie Geovanie-Dasman Lanin. Jeffrie adalah pengusaha yang sebelumnya menjabat Ketua DPW PAN Provinsi Bali. Sedangkan Dasman Lanin adalah dosen UNP yang juga tokoh Muhammadiyah Sumbar.

"Rapat pleno memutuskan demikian, dengan berbagai pertimbangan. Insyaallah inilah yang terbaik dan perpaduan yang pas untuk Sumbar," kenang Yosmeri Yusuf yang saat itu menjabat Ketua Bapilu DPW PAN Sumbar Yosmeri Yusuf.

Saat itu Plt. Ketua PAN Sumbar adalah Ki Jal Atri Tanjung denga Plt. Sekretaris M. Zen Gomo. Mereka ditugaskan DPP PAN untuk menggantikan  Ketua sebelumnya, Apris dan Sekretaris sebelumnya, Marhadi Efendi. SK DPP PAN ini resmi ditandatangani oleh Ketum DPP PAN Amien Rais dan Sekjen PAN Hatta Radjasa.

Meski Pilkada baru akan digelar pada 27 Juni mendatang, hawa pilkada di Padang, sudah mulai menghangat. Sedikitnya, ratusan atribut kampanye berupa billboard, poster dan stiker sejumlah bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur (wagub) Sumbar periode 2005-2010 sudah terpajang nyaris di seluruh ruas jalan dan rumah warga.

KPU Sumbar sebagai penyelenggara memulai proses Pilkada mulai 1 April 2005. Pendaftaran calon dibuka pada 1 April sampai 7 April 2005. Empat paslon sudah mendaftar sampai sore 7 April 2005. Mereka adalah paslon Leonardy Harmainy-Rusdi Lubis (diusung Partai Golkar), Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid (diusung koalisi PKS dan PBR), M. Kapitra Ampera-Dalimi Abdullah (diusung koalisi PPP dan Partai Demokrat).

Sementara itu, sejak dibuka pendaftaran, tanda-tanda PAN mengusung Jeffrie Geovanie-Dasman Lanin belum jelas. Meski rapat pleno DPW PAN Sumbar sudah memutuskan demikian, tapi ada pula yang berdalih, surat dari DPP PAN belum sampai ke DPW PAN Sumbar.


Di sisi lain, sejumlah petinggi parpol yang tidak memiliki anggota DPRD Sumbar, tapi akumulasi  suara yang mereka peroleh di Pileg 2004, mereka bisa mengusung paslon. 16 parpol nonparlemen yang diketuai Marlis (Ketua Partai Merdeka Sumbar) ini membentuk koalisi dengan nama Koalisi Sakato. 16 parpol ini pula yang mengusung Jeffrie-Dasman dan mendaftar ke KPU.

Penutupan pendaftaran calon adalah pukul 24.00 tanggal 7 April 2005. Sebelum jam itu, datang Plt. Ketua DPW PAN Sumbar Ki Jal Atri Tanjung ke KPU Sumbar untuk mendaftarkan sebagai paslon. Dia mendaftar sebagai cawagub. Sedangkan cagubnya adalah Zainal Bakar, masih dalam mobil yang mutar-mutar di sekitar kantor KPU.

Kedatangan ketua partai seorang tanpa sekretaris, dipertanyakan Ketua KPU Sumbar, M. Mufti Syarfie dan secara aturan paslon harus diajukan oleh partai dan dihadiri sekaligus ditandatangi Ketua dan Sekretaris partai. Tidak bisa diwakilkan. Eri Ray Moncak Sutan yang ditunjuk Ki Jal untuk menandatangani surat pencalonan tidak diizinkan. Eri Ray jabatannya hanya Wakil Sekretaris DPW PAN Sumbar.

M. Zen Gomo sebagai Plt. Sekretaris, tidak datang. Ditelepon tidak tersambung. Banyak yang menyebut, M. Zen Gomo disembunyikan di salah satu kamar hotel terkemuka di Padang. Waktu berjalan terus. Pas pukul 24.00 WIB pendaftaran ditutup. Zainal sebagai petahana gagal maju. PAN gagal pula mengusung.(bersambung/Effendi)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved