arrow_upward

Sosok Indra Catri di Mata Teman Sekolah: Nakal, tapi Juara Kelas

Saturday, 24 October 2020 : 09:54

 

Ridwan tampak sumringah setelah 45 tahun tak bertemu dengan Indra Catri. Mereka akrab dari SD sampai SMP. Ridwan begitu mengagumkan sosok Indra Catri, sehingga salah seorang anaknya diberi nama Indra Catri juga.

Dharmasraya, AnalisaKini.id—Setelah 45 tahun tak bersua, Ridwan dan Indra Catri melepas rindu di Sungai Rumbai, Dharmasraya, Rabu (21/10/202). Mereka merupakan teman sekolah dari SD sampai SMP. Setelah berpisah pulahan tahun, Ridwan bertemu saat Indra Catri mengunjungi latihan bersama Perguruan Maju Sehat Bersama (Mahatma) di Sungai Rumbai. Ridwan salah satu pengurus cabang perguruan itu di Dharmasraya.

Ridwan berkisah banyak soal si In (panggilan akrab Indra Catri) kecil. Ia mengungkapkan  sewaktu bersekolah, Indra nakal. Meskipun begitu, Indra selalu juara kelas.

“Dulu si In ini nakal, tapi dia pintar dan juara kelas. Kami selalu bersama-sama,” ujar Ridwan memulai ceritanya bersama Indra Catri.

Ridwan menceritakan  mereka berteman sangat akrab dan jarang bertengkar. Mereka bahkan sering tidur bersama sewaktu sekolah dulu. Ia sangat mengagumi teman masa sekolahnya itu. Saking kagumnya, ia menamai seorang anaknya dengan nama Indra Catri.

“Anak lelaki saya kami beri nama sama dengan Indra Catri biar dia juga sukses seperti teman saya ini,” ucap Ridwan sambil merangkul-rangkul sahabat kecilnya itu.

Ridwan berharap Indra Catri bersama Nasrul Abit menang pada Pilkada Sumbar. 

Indra Catri mengatakan  ia bertemu dengan Ridwan saat bersilaturahmi dengan Perguruan Mahatma. Sebelumnya, ia diajak Ridwan untuk melihat anggota Mahatma berlatih bersama.

“Saya ditelepon beliau. ‘In, lihatlah kami latihan,’ katanya. Saya tanya, ‘Latihan apa, Wan? ‘Mahatma,’ kata beliau. Saya kemudian ketawa. Mungkin Ridwan belum tahu saya ini keluaga besar Mahatma,” tuturnya.

Di hadapan anggota Mahamatma, Indra Catri menjelaskan ia ikut mengembangkan Mahatma di Sumbar bersama pamannya, almarhum Dasril, almarhum Pandu, dan beberapa orang lainnya.

“Saya diwakafkan Mahatma untuk menjadi maju bupati Agam waktu itu. Sejak itu saya vakum. Sekarang rupanya banyak sahabat saya di Mahatma,” katanya. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved