Pimpinan Perum Bulog Wilayah Sumbar, Maruli Abraham Syah disaksikan Menko
Pangan, Zulkifli Hasan menyerahkan beras bantuan pangan kepada salah seorang
penerima, Selasa (3/11/2026) di Padang. (yuni)
PADANG, ANALISAKINI.ID--Sebanyak 1.132
Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatra
Barat, menerima bantuan pangan beras, Selasa (3/11/2026). Bantuan pangan
komoditi beras ini langsung diserahkan Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan di
halaman Kantor Lurah Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.
Menteri yang akrab dipanggil Zulhas ini dalam sambutannya mengatakan, secara nasional pemerintah telah menyiapkan bantuan pangan beras sebanyak 996.000.000 kg beras untuk 33,2 juta penerima bantuan pangan. "Penerima bantuan pangan ini adalah mereka yang berada pada desil 1 hingga 4," katanya.
Katanya, penyaluran bantuan beras adalah bagian dari upaya pemerintah
membantu warga yang membutuhkan. Apalagi ditengah kondisi fluktuasinya harga
kebutuhan pokok. "Kami salurkan bantuan ini demi memberi kebahagiaan bagi
penerima. Setiap PBP berhak 30 kg beras untuk penyaluran tiga bulan sekaligus,
Oktober, November dan Desember 2026," rincinya.
Selain menyiapkan beras bantuan pangan, pemerintah atas persetujuan Presiden RI, Prabowo Subianto katanya juga telah menyiapkan beras subsidi bagi masyarakat. Beras itu dengan nama SPHP. "Di pasaran harganya Rp15 ribu per kg. Khusus di Sumatra Barat bisa ditembus dengan harga Rp12.500/kg. Lebih murah," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga telah memberikan subsidi untuk 150 ribu ton jagung untuk bisa membantu peternak, baik peternak pedaging maupun petelur agar harga pakan ternak jadi lebih murah. "Sekarang harga jagung bisa ditebus Rp5.500 per kg dari sebelumnya bisa mencapai Rp7 ribu per kg," terangnya.
Tak hanya membantu masyarakat ekonomi lemah, pemerintah lanjutnya juga sangat serius membantu UMKM khususnya pengusaha makanan berupa kue dan bihun. Salah satunya dengan menjual beras untuk bahan baku tepung dengan harga relatif lebih murah. Ada 338 ribu beras bahan baku tepung itu yang disubsidi dan dapat ditebus dengan harga Rp11.000 per kg.
Zulhas berharap dengan berbagai bantuan itu bisa meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang terkategori kurang mampu atau yang berada di level desil 1 hingga 4.
Apalagi, sekarang akan memasuki musim hujan dan panen baru akan berlangsung bulan Februari 2027 mendatang. "Jadi dengan bantuan pangan beras ini bisa membantu masyarakat, karena bantuan ini untuk tiga bulan, Oktober, November dan Desember," pungkasnya.
Maruli mengatakan, Bulog Wilayah Sumbar secara keseluruhan akan menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 19.469.730 Kg atau 19, 4 ton lebih untuk 648.991 PBP. Bantuan ini untuk alokasi tiga bulan. Satu bulannya, masing-masing PBP menerima 10 kg beras.
Di Padang penyaluran katanya untuk 74.716 PBP dengan kuantum atau bantuan pangannya mencapai 2.241.480 kg. "Khusus untuk Kelurahan Lubuk Buaya, tempat penyaluran hari ini (kemarin-Red), disalurkan kepada 1.132 PBP dengan total kuantum lebih kurang 34 ribu ton (33.960 ton-Red) yang diantaranya terdapat 218 PBP dari Desil 1 dengan total bantuan pangan berasnya mencapai 6.540 ton,," katanya.
Untuk Kecamatan Koto Tangah secara keseluruhan mencapai 15.544 PBP dengan bantuan pangan beras mencapai 466.320 kg.
Penyaluran bantuan pangan beras di kantor kelurahan itu berlangsung dengan dan tertib. Zulhas tak lama di sana. Usai penyaluran dia langsung pergi ke lokasi acaranya yang lain.
Warga sendiri tampak sukacita. Mereka sudah datang sejak dua jam sebelum Zulhas datang ke sana. "Kita live dulu, semoga bapak Menko benaran datang," kata salah seorang perempuan yang turut menyambut kehadiran sang Menko.
Dia bahkan bersorak kegirangan saat RI 21 itu datang dan disambut Wakil Walikota Padang, Buya Maigus Nasir. Zulhas sendiri datang dengan didampingi Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi. Bersamanya juga nampak anggota DPR RI, Anggota DPRD Sumbar dan sejumlah elit partai yang digawanginya. (yuni)
