arrow_upward

Survei Poltracking: 57,8% Publik Tidak Puas dengan Kinerja Ekonomi Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 : 19.01

Presiden Prabowo Subianto di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Jakarta, Analisakini.id– Mayoritas masyarakat menyatakan tidak puas dengan kinerja ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan, sebanyak 57,8% responden tidak puas terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, mengatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan mencapai 55,3%. Namun, penilaian terhadap sektor ekonomi menunjukkan gambaran berbeda, dengan tingkat ketidakpuasan yang lebih tinggi dibandingkan kepuasan.

“Ada catatan kritis terutama di bidang ekonomi kepuasannya hanya 36,8% yang tidak puas 57,8%,” beber Hanta dalam keterangannya, Senin (19/10/2026). Ia mengingatkan pemerintah agar terus berupaya meningkatkan kinerja di bidang ekonomi.

Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 36,8% responden menyatakan puas terhadap kinerja ekonomi pemerintah. Angka itu terdiri atas 4,3% responden yang menyatakan sangat puas dan 32,5% yang cukup puas.

Sementara itu, responden yang menyatakan kurang puas mencapai 47,9%, sedangkan 9,9% lainnya menyatakan sangat tidak puas. Adapun 5,4% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Di sisi lain, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan masih berada di atas 50%. Hanta mengatakan, dua alasan utama yang mendorong kepuasan publik adalah penyaluran bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran, dengan persentase 16,5%, serta program makan bergizi gratis (MBG) sebesar 15%.

“Angka 55,3% tentu di atas 50% mayoritas sedikit di atas 50%, angka ini bagaimana nanti kalau dibandingkan dengan survei-survei sebelumnya,” kata Hanta.

Menurut Hanta, tren kepuasan publik cenderung stagnan jika dibandingkan dengan hasil survei pada Oktober 2025. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menghadirkan terobosan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.

“Pemerintah berhasil mempertahankan stabilitas tingkat kepuasan tapi dengan diksi yang berhati-hati bagi pemerintah adalah stagnan, diperlukan terobosan untuk meningkatkan tingkat kepuasan,” ucapnya.

Survei Poltracking Indonesia tersebut melibatkan 1.220 responden dan dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor terlatih. Survei berlangsung pada 30 September hingga 7 Oktober 2026, dengan margin of error sebesar ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.(sumber : investor.id)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved