![]() |
| Kementerian Luar Negeri Rusia (Foto: Russia Info) |
Padang, Analisakini.id-Rusia mengimbau warga negara asing, termasuk diplomat, untuk meninggalkan Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan serangan balasan terhadap Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya akan terus dilakukan sebagai respons atas serangan yang disebut Moskow menargetkan penduduk sipil dan infrastruktur sipil Rusia.
“Sebagai tanggapan atas aksi teroris Angkatan Bersenjata Ukraina terhadap penduduk sipil dan infrastruktur sipil negara kami, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus secara sistematis melakukan serangan terarah terhadap fasilitas militer di Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip dari Reuters, Minggu, 4 Oktober 2026.
Untuk itu, Moskow memberikan peringatan kepada warga negara asing, termasuk staf misi diplomatik, agar tidak berada di Ukraina maupun melakukan perjalanan ke negara tersebut.
“Kementerian Luar Negeri Rusia sekali lagi memperingatkan warga negara asing, termasuk staf misi diplomatik, agar tidak tinggal di Ukraina atau bepergian ke wilayahnya,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
“Tanggung jawab atas segala konsekuensi buruk sepenuhnya terletak pada mereka yang mengabaikan peringatan ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Peringatan itu disampaikan setelah Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur di Kyiv. Salah satu serangan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, menghantam sebuah jembatan yang melintasi Sungai Dnipro.
Intensifikasi serangan tersebut turut mengganggu aktivitas sekitar 3 juta penduduk Kyiv menjelang musim dingin.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan Ukraina harus menanggung konsekuensi dari serangan yang dilancarkan ke wilayah Rusia.
Sementara itu, kedua pihak tetap membantah menargetkan warga sipil maupun infrastruktur sipil.(sumber : rmol.id)
