arrow_upward

Peringati Hari Jadi ke-81, Saatnya Sumbar Kian Tangguh

Kamis, 01 Oktober 2026 : 16.55

 

Wamendagri Bima Arya bersama Gubernur, Wagub dan unsur pimpinan DPRD Sumbar serta forkopimda saat rangkaian peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81, Kamis (1/10/2026) di gedung dewan setempat.

PADANG, ANALISAKINI.ID--DPRD Sumbar menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumatera Barat ke-81, Kamis (1/10/2026) di gedung dewan setempat. Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk melihat capaian pembangunan sekaligus menatap tantangan masa depan dengan mengusung tema utama "Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh".

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumbar, Muhidi didampingi para Wakil Ketua yaitu Evi Yandri Rajo Budiman, Muhammad Iqra Chissa Putra dan Nanda Satria. Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan wakil gubernur Vasko Ruseimy beserta tamu undangan tampak kompak mengenakan pakaian adat Minangkabau.

Sidang istimewa tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting lintas negara. Hadir secara langsung Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto. Istimewanya, sidang kali ini juga diisi orasi secara virtual melalui Zoom Meeting oleh Tan Sri Dato’ Seri Panglima Dr. Rais Yatim, Presiden Senat Malaysia periode 2020–2023 yang merupakan tokoh politik, hukum, dan kebudayaan senior Malaysia berdarah Minangkabau.

Selain itu, deretan kursi undangan diisi oleh Duta Besar Republik Palestina dan Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia, unsur Forkopimda Sumbar, anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Sumbar, bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Sekda Sumbar, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat adat, cadiak pandai, dan alim ulama.

Dalam forum tersebut, Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Sumbar yang berhasil memasukkan dimensi kebencanaan secara resmi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025–2029.

"Langkah strategis memasukkan dimensi kebencanaan ke dalam RPJPD ini layak menjadi contoh nasional bagi daerah-daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Bima Arya juga menambahkan bahwa mitigasi harus menjadi gerakan bersama. "Kita harus mengajak warga, komunitas, akademisi, dan peneliti duduk bersama memetakan risiko guna menguatkan kesiapsiagaan serta ketahanan daerah. Ketangguhan Sumbar terbukti dari kesiapan sistemisnya, bukan sekadar respons reaktif pascabencana," tuturnya tegas.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, dalam pidatonya menegaskan visi komprehensif mengenai masa depan Ranah Minang yang harus bertumpu pada pembangunan kualitas manusia, bukan sekadar sumber daya fisik semata. Ia mengingatkan bahwa usia 81 tahun bukan sekadar angka, melainkan ruang merenungkan warisan masa depan untuk generasi mendatang.

"Ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan luas wilayah maupun kekayaan alam, tetapi juga kualitas manusia dan gagasan yang mampu dilahirkan. Ketangguhan masyarakat kita telah teruji melewati berbagai ujian berat, mulai dari gempa bumi 2009, pandemi Covid-19, hingga bencana hidrometeorologi. Ini semua pelajaran penting untuk membangun Sumbar yang siap menghadapi perubahan," kata Muhidi.

Muhidi membuka catatan penting dan memaparkan target capaian nyata dari sisi pembangunan manusia. Berdasarkan data per Maret 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar berada di angka 77,27—tertinggi keenam secara nasional—serta tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,27 persen, dan Indeks Gini tercatat sebesar 0,285.

Ia mengatakan sata ini tidak boleh membuat berpuas diri, melainkan menjadi pemacu untuk menyelesaikan persoalan riil di tingkat nagari, seperti pemerataan infrastruktur, penguatan ekonomi perdesaan, dan penuntasan kantong kemiskinan. 

Selain juga juga harus fokus pada pendidikan, perluasan keterampilan generasi muda, serta mendorong UMKM naik kelas melalui sentuhan teknologi, pembiayaan, akses pasar, digitalisasi, dan pendampingan.

"Semua ini harus berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya Minangkabau berdasarkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK)," lanjut Muhidi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengamini pentingnya poin-poin tersebut. Ia menambahkan bahwa perayaan hari jadi ke-81 bukan hanya seremoni tahunan, melainkan kesempatan menghargai jasa pendahulu dan melakukan refleksi kolektif. Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan (year-on-year).

“Capaian indikator makro ini harus diikuti oleh peningkatan kesempatan kerja, pendapatan riil, dan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. Pesan utama hari jadi ini adalah 'Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh'. Sumbar Tumbuh bermakna dorongan meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi, sedangkan Sumbar Tangguh berarti kemampuan bangkit dari kesulitan serta memperkuat fondasi sosial, budaya, dan pemerintahan,” tutur Mahyeldi.(n-r-t)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved