arrow_upward

Asap Karhutla Sudah Sampai di Jakarta, Pramono Perintahkan Puluhan RS dan Puskesmas Bersiaga

Jumat, 16 Oktober 2026 : 16.13

 


JAKARTA, ANALISAKINI.ID--Kian meluas. Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terdeteksi sudah memasuki wilayah Jakarta pada Jumat (16/10/2026). Sebaran asap juga terpantau di Banten dan Jawa Barat, berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, citra sebaran asap yang dirilis pada pukul 10.00 kemarin, menunjukkan asap telah mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa. "Kalau kita lihat dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG jam 10.00 tadi ya, itu hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri," ujarnya.

Guswanto menyebut, asap baru terpantau memasuki wilayah Jakarta pada Jumat kemarin. Sehari sebelumnya, keberadaan asap tersebut belum terlihat dalam citra satelit. "Kalau saya lihat dari seluruh citra satelit, baru hari ini (kemarin—Red)," katanya, seperti diwartakan suara.com.

BMKG memetakan dua kelompok sebaran asap. Salah satunya berasal dari Papua Selatan, tetapi pergerakannya terpantau hanya mencapai Maluku. Sementara itu, asap yang mengarah ke Pulau Jawa berasal dari wilayah sekitar Kalimantan dan Sumatra.

"Yang di sekitaran Kalimantan sama Sumatra, itu tersebar di Kalimantan, Sumatra, sama yang sedikit bagian ke Banten, Jawa Barat maupun DKI," jelas Guswanto.

Meski asap terdeteksi hingga Jakarta, kondisi tersebut belum otomatis menandakan udara yang dihirup warga telah tercemar. BMKG masih perlu memastikan apakah asap berada di dekat permukaan tanah atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas. Ini perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas.

Karena itu, Guswanto mengingatkan warga agar tidak menjadikan citra satelit sebagai satu-satunya acuan untuk menilai dampak asap. Perkembangan titik panas atau hotspot dan kualitas udara di wilayah terdampak juga perlu diperhatikan.

"Kalau dia air quality-nya makin bersih, berarti paparannya hanya di udara tingkat atas, atmosfer bagian atas," ucap Guswanto.

Selain menuju Pulau Jawa, BMKG juga mendeteksi pergerakan asap lintas batas dari Sumatra dan Kalimantan ke Semenanjung Malaysia dan Singapura.

 

Memburuk

Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung nengakui bahwa kualitas udara di wilayahnya memburuk. Bahkan, kondisi itu telah terjadi sejak tiga hari terakhir.

"Sebenarnya dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," kata dia di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).

Pernyataan Pramono disampaikan di tengah spekulasi kabut asap di sejumlah daerah yang ikut berdampak ke Jakarta.  Meski begitu, Pramono tidak mau menyalahkan pihak lain atas kondisi polusi udara yang memburuk itu. Ia pun tidak mau menyebutkan bahwa polusi udara di Jakarta meningkat karena asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lain.

"Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," kata dia, diwartakan Republika.co.id.

Untuk mengatasi masalah itu, Pramono mengaku telah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk menyiagakan seluruh rumah sakit dan puskesmas, termasuk puskesmas pembantu. Pasalnya, kualitas udara yang memburuk berpotensi menyebabkan warga terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia menambahkan, pihak Pemprov juga akan memberikan bantuan kepada warga yang terkena ISPA akibat polusi udara. Termasuk apabila warga membutuhkan bantuan peralatan untuk gangguan pernapasan.

"Saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca ini," ujar dia. (*)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved