PASAMAN, ANALISAKINI.ID--Komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya
petani, kembali ditunjukkan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Muzli M.
Nur. Melalui dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (Pokir), sejumlah kelompok
tani di Kabupaten Pasaman menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan)
berupa alat pengolah tanah sejenis bajak pada Selasa (13/10/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Dinas
Pertanian Kabupaten Pasaman. Kegiatan tersebut didampingi jajaran Dinas
Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas
Pertanian Kabupaten Pasaman, serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian
(PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman.
Bantuan ini diharapkan dapat menunjang
aktivitas pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta
mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Pasaman.
H. Muzli M. Nur, yang merupakan anggota
DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dikenal telah menjalani
enam periode pengabdian sebagai wakil rakyat. Saat ini, ia bertugas di Komisi
IV DPRD Sumbar.
Penyaluran alsintan tersebut menjadi
bagian dari upaya mendorong penguatan sektor pertanian melalui dukungan sarana
produksi yang dibutuhkan kelompok tani. Ketersediaan alat pertanian yang
memadai diharapkan mampu membantu petani mengolah lahan secara lebih efektif
dan mengurangi ketergantungan pada metode kerja yang membutuhkan waktu serta
tenaga lebih besar.
Tidak hanya sektor pertanian, Muzli M.
Nur juga disebut terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Pasaman, termasuk
pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang menjadi salah
satu penunjang mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.
Bagi daerah yang memiliki aktivitas
pertanian cukup penting, dukungan alsintan dan infrastruktur jalan merupakan
dua kebutuhan yang saling berkaitan. Pengolahan lahan yang lebih efisien perlu
didukung akses transportasi yang memadai agar hasil pertanian dapat dipasarkan
dengan lebih mudah.
Melalui sinergi antara wakil rakyat,
pemerintah daerah, dan instansi teknis, program bantuan diharapkan tidak
berhenti pada penyerahan peralatan semata, tetapi berlanjut pada pemanfaatan
yang optimal dan pemeliharaan yang baik oleh kelompok penerima.
Kelompok tani penerima diharapkan
menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, mengelola pemakaian secara bersama,
serta menjaga kondisi alat agar manfaatnya dapat dirasakan secara
berkelanjutan.
Bantuan alsintan ini menjadi salah satu
bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian di Kabupaten Pasaman.
Keberhasilan program tersebut nantinya perlu dilihat dari sejauh mana alat
dapat dimanfaatkan, membantu mempercepat pengolahan lahan, dan memberikan
dampak nyata terhadap kegiatan usaha tani.
Komitmen memperjuangkan kebutuhan petani
dan infrastruktur daerah diharapkan terus berjalan melalui kolaborasi yang
terukur antara DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kelompok
masyarakat.
Dengan dukungan sarana pertanian yang
memadai serta akses infrastruktur yang semakin baik, petani Pasaman diharapkan
semakin produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan
keluarga. (n-r)
