arrow_upward

Unand Punya Banyak Paten, Tapi Belum Begitu Dilirik

Senin, 14 September 2026 : 17.19

 


PADANG, ANALISAKINI.ID--Universitas Andalas (Unand) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis Unand ke 70, Senin (14/9/2026) di auditorium kampus tersebut. Pada kesempatan itu, hadir secara virtual menyampaikan orasi, yaitu Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria.

Dalam orasi ilmiahnya Prof. Arif menekankan soal kecerdasan buatan atau AI. Walau memang banyak hal yang tergantikan dengan adanya teknologi ini, menurut dia AI juga tidak akan mampu menggantikan keberadaan guru inspiratif.

"Ada guru yang biasa, ada yang hebat mengajar, dan ada yang inspiratif. Nah, guru inspiratif tidak bisa digantikan oleh AI, karena dalam hal ini butuh wisdom (kebijaksanaan - red)," kata Prof. Arif.

Menurutnya, Unand memiliki potensi untuk bisa bergerak maju di tengah tantangan zaman yang ada saat ini. Namun dia menekankan agar Unand bisa memfokuskan satu bidang dalam menghadirkan inovasi, riset, paten dan produk.

Sementara itu, Rektor Unand, Efa Yonnedi usai rapat terbuka mengatakan bahwa hingga saat ini Unand sudah menyumbangkan banyak paten, tapi masalahnya masih minim dilirik oleh industri.

"Ada inovasi dan produk dari bidang kesehatan dan obat-obatan. Sampai sekarang sudah ada 35 produk. Selain itu juga kita riset soal teknologi kesehatan, agar alat yang biasanya impor bisa diproduksi di dalam negari. Tinggal pihak industri, menjadi pengguna dan membeli alat-alat itu," katanya.

Efa juga mengatakan kalau Unand juga konsen menghasilkan riset di bidang ketahanan pangan. Pihaknya melihat gambir adalah hasil alam di Sumbar yang memiliki peluang untuk menghasilkan nilai tambah.

"Kita biasa mengekspor bahan mentah gambir. Padahal kalau diolah sendiri, banyak produk yang bisa dihasilkan dari gambir ini," kata Efa.

Selain itu Unand juga konsen menghasilkan riset di bidang kebencanaan. Apalagi memang diketahui kawasan Sumbar menjadi salah satu daerah rawan bencana.

"Makanya Unand terus mendorong mitigasi kebencanaan ini. Selain itu Unand juga bergerak menghasilkan inovasi di bidang sektor energi terbarukan," katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unand, Prof. Febrin Anas Ismail dalam sambutannya di rapat terbuka tersebut berharap Unand bisa menjadi PTN Berbadan Hukum yang lebih fleksibel, inovatif dan akuntabel. 

Prof. Febrin juga menyampaikan beberapa poin untuk sebagai bahan refleksi dan evaluasi Unand kedepannya. Salah satu yang disampaikannya adalah soal harmonisasi regulasi yang perlu diselaraskan.

"Banyak waktu dan biaya yang terkuras karena aturan yang masih belum jelas. Harmonisasi regulasi harus menjadi perhatian," katanya.

Selain itu dia juga menekankan soal pembangunan tata kelola yang efektif dan efisien. Serta adanya master plan akademis yang perlu dirancang sebelum menyusun rencana untuk pembangunan infrastruktur. 

Seperti yang dipaparkan juga oleh Rektor Unand dalam rapat terbuka tersebut, bahwa saat ini proyek riset yang telah dilakukan dosen Unand hingga 2025 mencapai 1.574 proyek riset dengan publikasi scopus sebanyak 1.344 dokumen.

Sementara itu, untuk kekayaan intelektual yang tercatat di Unand, paten berjumlah 556, paten sederhana mencapai 1.376, desain industri mencapai 1.538 dan hak cipta berjumlah sebanyak 11.796 buah. Adapun perkembangan produk untuk hasil paten ini tidak lebih dari 10 hingga 12 produk dalam beberapa tahun terakhir.

Rektor juga menyebutkan, hingga saat ini ada sebanyak 126 dosen yang memiliki paten, 10 produk telah dikomersialkan, 2 lisensi / kontrak komersialisasi, 7 prototipe produk yang saat ini masih dalam proses.

Pada kesempatan itu Unand juga memberikan penghargaan kepada sejumlah dosen yang memiliki prestasi dalam hal publikasi, paten dan lain sebagainya. (Wy)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved