arrow_upward

ICDM 2026 DI UNAND:Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Teknologi dan Kearifan Lokal

Rabu, 30 September 2026 : 17.53


Padang, Analisakini.id-
Universitas Andalas (Unand) kembali menyelenggarakan The 5th International Conference on Disaster Management (ICDM) 2026 dengan tema “Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management”. Konferensi tersebut berlangsung pada 29–30 September 2026 di Convention Hall Universitas Andalas diikuti akademisi, praktisi, dan pemerintah.
Rektor Unand Dr. Efa Yonnedi, menyampaikan persoalan kebencanaan merupakan tantangan bersama yang membutuhkan pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pengalaman bencana yang terjadi di Sumatera Barat, termasuk gempa bumi 2009, menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Ia menuturkan perkembangan teknologi telah memberikan berbagai instrumen untuk memahami risiko bencana, mulai dari sistem peringatan dini, pemodelan kebencanaan hingga teknologi komunikasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
“Namun, kita tidak bisa hanya mengandalkan teknologi. Disinilah proses mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal untuk manajemen bencana yang berkelanjutan menjadi penting. Kita perlu mempertemukan teknologi modern dengan local wisdom,” ujar rektor.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yozawardi Usama Putra, menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan.
“Potensi bukanlah prediksi. Kita mengetahui adanya potensi ancaman, tetapi kita tidak mengetahui secara pasti kapan suatu gempa besar akan terjadi. Karena itu, yang harus kita bangun bukanlah ketakutan, tetapi kesiapsiagaan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Memorandum of Understanding (MOU) signing ceremony antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Unand serta pemerintah daerah terkait untuk memperkuat kerja sama melalui riset, pengembangan teknologi, penguatan data, pendidikan, pelatihan, dan rekomendasi kebijakan.
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. apt. Rustian, menyampaikan hingga 28 September 2026 tercatat 1.980 kejadian bencana di Indonesia. Bencana hidrometeorologi mendominasi sebesar 99,14 persen, dengan kejadian antara lain kebakaran hutan dan lahan 832 kasus, banjir 564 kasus, cuaca ekstrem 333 kasus, kekeringan 114 kasus, dan tanah longsor 106 kasus. Khusus Sumatera Barat, nilai Indeks Risiko Bencana 2025 mencapai 176,82 dengan kategori tinggi.
ICDM 2026 menghadirkan sejumlah keynote speaker dari Indonesia dan berbagai negara, yaitu Prof. Dr. Syamsu Maarif dari Universitas Pertahanan, Prof. Dr. Eng. Teuku Faisal Fathoni dari BMKG, Prof. Marlon De Luna Era dari De La Salle University Filipina, Prof. Saravanan Subbarayan dari National Institute of Technology Tiruchirappalli India, Dr. Asita De Silva dari University of Colombo Sri Lanka, Lucy Dickinson dari Australia-Indonesia Partnership in Disaster Management (AIP-DRM), Prof. Ahmad Safuan A. Rashid dari Universiti Teknologi Malaysia, serta Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, M.T. dari Center for Disaster Studies Indonesia.
Melalui pelaksanaan ICDM 2026, UNAND mendorong agar pertukaran pengetahuan dan hasil penelitian tidak berhenti pada forum akademik, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi, inovasi, dan rekomendasi yang mendukung kebijakan pengelolaan risiko bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat. (nic)

SAMBUTAN-Rektor Unand Efa Yonnedi memberikan sambutan. (ist).

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved