Padang Pariaman, Analisakini.id- Rencana perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin yang diusulkan oleh Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Azis, mendapat dukungan penuh dari kalangan legislatif. Salah satu dukungan terbuka datang dari Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Dewiwarman.
Menurut Dewiwarman, kesepakatan para tokoh Sumatera Barat terdahulu terkait penamaan BIM bukanlah harga mati. Sebagai putra Minang kelahiran Padang Pariaman dari suku Caniago, ia menilai langkah Bupati Jhon Kenedy Azis untuk memperjuangkan perubahan nama tersebut sudah sangat tepat demi mengembalikan kejayaan ulama besar.
"Bukan tidak menghargai upaya tokoh-tokoh Sumatera Barat yang sudah menyepakati nama Bandara Internasional Minangkabau sebelumnya, tapi saya kira kesepakatan tersebut bukanlah harga mati," ujar Dewiwarman dalam keterangannya yang diunggah melalui kanal Facebook pribadinya.
Ia menjelaskan, Syekh Burhanuddin merupakan tokoh sentral penyebar dan pengembang agama Islam di Sumatera Barat yang berasal dari Padang Pariaman. Peran dan kebesaran namanya tidak hanya menjadi kebanggaan lokal atau regional, tetapi juga diakui nasional hingga internasional, di mana makamnya di Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, tak pernah sepi dari peziarah dari berbagai belahan dunia setiap harinya.
"Jadi, sangat tepat apa yang dilakukan Mak Tuan Jhon Kenedy Azis memperjuangkan perubahan nama BIM menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin (BIS). Perubahan ini juga untuk mengembalikan kejayaan dan kebesaran nama ulama besar Minang," tambahnya.
Ia bahkan membayangkan, jika perubahan nama tersebut terwujud, penyambutan bagi para penumpang yang mendarat akan lebih merepresentasikan identitas daerah asal bandara tersebut.
"Kalau perubahan itu terjadi, maka ketika pesawat sudah mendarat, pramugara dan pramugari harus mengubah kalimatnya menjadi: 'Pesawat yang Anda tumpangi sudah mendarat di Bandara Internasional Syekh Burhanuddin di Kabupaten Padang Pariaman. Selamat datang di Ranah Minang, atau selamat datang di Sumatera Barat',bukan lagi sekadar selamat datang di Padang," pungkasnya. (sumber : FB dunsanak piaman)
Bagikan