arrow_upward

UNAND Sambut 29 Penerima International Scholarship, Rektor Kenalkan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru

Kamis, 27 Agustus 2026 : 09.10

 


Padang, Analisakini.id- Universitas Andalas (UNAND) menyambut 29 mahasiswa penerima UNAND International Scholarship 2026 melalui Academic Orientation and Cultural Immersion Program 2026. Tahun ini, program beasiswa tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan tercatat 1.590 pendaftar dari 51 negara. Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 97 pendaftar lolos seleksi administrasi dan 61 orang lolos tahap wawancara, hingga ditetapkan 29 mahasiswa sebagai penerima beasiswa.

Rektor Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan bahwa UNAND terus berinvestasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah keterbatasan pembiayaan, UNAND tetap berupaya menyediakan beasiswa yang terbatas dan kompetitif bagi mahasiswa internasional.

Ia juga memperkenalkan filosofi Minangkabau Alam Takambang Jadi Guru kepada mahasiswa internasional. Menurutnya, lingkungan dengan segala keberagaman dan kompleksitasnya merupakan ruang belajar yang nyata. Pengalaman berada di lingkungan baru, berhadapan dengan bahasa, adat, sistem akademik, hingga cara berpikir yang berbeda, bukan semata-mata menjadi tantangan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan berkembang.

“Setiap situasi yang belum familiar yang Anda hadapi di sini bukanlah hambatan atau tempat untuk berhenti. Saya pikir itu adalah sebuah pintu.” Ujarnya pada Rabu (26/8) di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Kampus Limau Manis. 

Rektor mengingatkan bahwa perjalanan studi di luar negeri tidak selalu berjalan mudah. Kerinduan terhadap keluarga, perbedaan sistem akademik, transportasi, makanan, hingga kondisi asrama dapat menjadi bagian dari tantangan selama berada di Indonesia. Namun, berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk tumbuh, belajar, membangun keberanian, dan menjadi lebih mandiri.

Ia mencontohkan seorang mahasiswa asal Turkmenistan yang mampu berbahasa Indonesia dengan lancar setelah aktif bergabung dalam organisasi mahasiswa dan berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia. Menurut Rektor, penggunaan bahasa dalam keseharian dapat membantu proses adaptasi sekaligus membuka peluang untuk membangun pertemanan dan lingkungan baru selama berada di UNAND.

“Realisme dan optimisme bukanlah sesuatu yang berlawanan. Mahasiswa yang paling berhasil bukanlah mereka yang mengharapkan perjalanan yang mudah, tetapi mereka yang menerima bahwa perjalanan itu akan sulit dan tetap memilih untuk menjalaninya,” ujar Rektor.

Rektor menegaskan komitmen UNAND untuk mendampingi mahasiswa internasional selama menjalani perjalanan akademik. Dukungan tersebut diberikan melalui fakultas, tenaga kependidikan, komunitas mahasiswa, serta Kantor Layanan Internasional.

Ia mengajak mahasiswa untuk membawa pengalaman terbaik dari negara asal sekaligus terbuka terhadap pengalaman, kehangatan, ketangguhan, dan kebijaksanaan yang ditawarkan Sumatera Barat. (rl)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved