arrow_upward

UNAND Dorong Industri Halal dan Transformasi Digital untuk Kemandirian Ekonomi Umat

Kamis, 27 Agustus 2026 : 08.44


Padang, Analisakini.id-Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) kembali hadir sebagai wadah kolaborasi, pertukaran gagasan, dan aksi nyata dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Industri Halal dan Transformasi Digital sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Umat yang Berkelanjutan,” kegiatan ini menyoroti pentingnya penguatan ekosistem ekonomi syariah agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (UNAND), Asniati, Ph. D menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada tataran konsep dan kajian akademik, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Dibutuhkan kolaborasi yang saling terhubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, akademisi, dan generasi muda,” ujarnya pada Rabu (26/8) di Gedung Auditorium Kampus Limau Manis.

Ia menambahkan, masa depan ekonomi syariah bukan hanya berada di tangan praktisi dan akademisi, tetapi juga generasi muda. FEB UNAND, menurutnya, akan terus mendukung kegiatan akademik yang mampu melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D. mengenang pengalamannya ketika masih menjadi mahasiswa dan pernah menjadi ketua seminar perbankan Islam yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, diskusi mengenai ekonomi dan perbankan syariah harus diikuti langkah konkret. Seminar yang ia pimpin saat itu, misalnya, ditindaklanjuti melalui workshop bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk mendorong pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT).“Harus ada langkah konkret, baik dari sisi regulasi, pelatihan, sumber daya manusia, maupun pengembangan kelembagaan,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa UNAND telah memiliki Program Studi Ekonomi Islam di FEB dan berencana mengembangkan pusat riset dan pengembangan ekonomi Islam. Pusat tersebut diharapkan menjadi ruang penguatan riset profesional dan peningkatan kapasitas akademik.

Temilnas turut menghadirkan sejumlah pakar, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan nasional, di antaranya Mahyeldi Ansharullah, Muhammad Kholid, Sutan Emir Hidayat, Syafrudin Karimi, Gusfahmi Arifin, Pandji P. Djajanegara, Laila Isrona, Sitti Rizki Mulyani, Belligo Agra, Rahmadini Aulia, dan Ika Sari Wahyuni TD.(*)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved