Padang, Analisakini.id.- Universitas Andalas (UNAND) kembali menyelenggarakan Program Subuh Mubarakah sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa yang tinggal di asrama. Pembukaan program tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8) sebagai upaya membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemandirian, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan.
Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi penting yang menentukan keberhasilan seseorang dalam jangka panjang. Menurutnya, kompetensi dan kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan karakter yang kuat.
“Untuk mencapai titik tertentu kita membutuhkan kompetensi, keahlian, networking, kepintaran, dan kecerdasan. Namun, untuk bertahan lama kita membutuhkan karakter,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, UNAND mengintegrasikan pembinaan karakter ke dalam proses pengembangan mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Program Subuh Mubarakah menjadi salah satu implementasi dari grand design pengembangan diri dan integritas mahasiswa UNAND. Pembinaan dirancang secara bertahap sesuai perkembangan mahasiswa. Pada tahun pertama, mahasiswa diarahkan pada penguatan integritas dan kemandirian, dilanjutkan dengan kolaborasi dan kreativitas pada tahun kedua, visi dan produktivitas pada tahun ketiga, serta kepemimpinan dan aktualisasi pada tahun keempat.
Selain kegiatan keagamaan, Subuh Mubarakah juga menghadirkan tokoh dan narasumber dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman serta memberikan motivasi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan, profesionalisme, nilai-nilai kehidupan, dan pengembangan diri.
Salah seorang mahasiswa baru Program Studi Kewirausahaan, Khaira, mengatakan pembinaan mahasiswa asrama telah dimulai sejak rangkaian Bakti Universitas. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dengan berbagai agenda keagamaan dan evaluasi.
“Untuk kegiatan Subuh, ada salat berjamaah dan penyampaian materi kurang lebih tiga kali seminggu. Pada waktu Magrib, selain salat berjamaah, ada pembacaan Al-Ma’tsurat atau tadarus. Malamnya juga dilaksanakan apel malam sebagai evaluasi,” katanya.
Melalui Subuh Mubarakah, UNAND berharap kehidupan asrama menjadi ruang pembelajaran yang turut membentuk kepribadian mahasiswa. Program ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan keagamaan rutin, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (rl)
