Pasaman Barat, Analisakini.id— Kabar duka sekaligus kejutan mendalam mengguncang masyarakat Pasaman Barat. Seorang pemuda berinisial H (34 tahun) ditangkap pihak kepolisian setelah dengan kejam menewaskan ibu kandungnya sendiri, Hapni (65 tahun), serta neneknya, Rohma (90 tahun), di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. Penangkapan pelaku dilakukan di Jorong Situak Timur, Nagari Situak, Kecamatan Lembah Melintang, pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB tak lama setelah peristiwa keji itu terjadi.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, mengungkapkan rincian kronologis sekaligus latar belakang peristiwa yang memilukan ini.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di kediaman korban, Jorong Sungai Tanang, Nagari Kasik Putih, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat. Dari pengakuan pelaku, terungkap motif yang sungguh di luar nalar manusia biasa — pelaku mengaku bertindak karena terpengaruh bisikan ilusi yang ia yakini sebagai pesan dari mimpi.
Pelaku mengaku bermimpi didatangi seorang pria yang menyuruhnya menganiaya kedua korban. Pria itu mengancam akan menganiaya pelaku jika pelaku tidak memenuhi perintahnya,” ujar Iptu Agung dengan tegas
Terpengaruh sepenuhnya oleh halusinasi tersebut, pelaku pun berangkat dari rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari kediaman keduanya korban sekitar pukul 18.45 WIB. Tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun, ia masuk melalui pintu depan rumah korban yang tidak terkunci. Di ruang tengah, pelaku mendapati ibunya dan neneknya baru saja selesai melaksanakan ibadah salat Magrib. Tanpa memberi kesempatan kedua korban untuk bersuara, pelaku langsung melampiaskan kekejamannya — menghantam keduanya berulang kali menggunakan sebatang kayu hingga tak bernyawa.
Kejadian yang mengguncang batin ini pun segera ditangani oleh jajaran Polres Pasaman Barat di bawah arahan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. Tim Reskrim bergerak cepat, melacak jejak pelaku, dan berhasil mengamankan pelaku tak berselang lama dari tempat kejadian perkara. Saat ini pelaku telah berada dalam tahanan kepolisian guna menjalani penyelidikan lebih lanjut beserta pemeriksaan menyeluruh terkait kondisi dan tanggung jawab hukumnya atas perbuatan yang merenggut nyawa dua orang yang seharusnya ia hormati seumur hidup.
Peristiwa ini pun menjadi pelajaran sekaligus pengingat bagi kita semua — betapa pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan pikiran yang jernih, agar tidak terjerat halusinasi yang dapat membawa malapetaka bagi sesama, terlebih terhadap orang-orang yang kita cintai. (sumber : mitrariau.com)