arrow_upward

Proyek PSEL Batal di Padang, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 : 16.48


Tumpukan sampah di TPA Air Dingin Padang. (ist)

Padang, Analisakini.id- Rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Padang batal direalisasikan karena timbulan sampah belum memenuhi kapasitas yang dibutuhkan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengatakan, fasilitas waste to energy membutuhkan pasokan sampah sekitar 1.000 ton per hari. Sementara timbulan sampah di Padang saat ini baru mencapai sekitar 690 ton per hari.

“PSEL Padang belum, karena kapasitas sampahnya belum memenuhi untuk waste energy 1.000 ton per hari. Kalau di Padang baru 690 ton,” kata Diaz saat memberikan kuliah umum di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND), Limau Manis, Padang, Kamis (20/8/2026).

Dengan kondisi tersebut, menurut Diaz, pembangunan PSEL di Padang belum dapat dilanjutkan. Pemerintah perlu menyiapkan solusi lain yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi pengelolaan sampah di Padang.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi membenarkan  rencana PSEL di Padang sebelumnya telah memasuki tahap kerja sama dengan pemerintah pusat.

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait rencana pembangunan PSEL.

Namun, rencana tersebut terkendala kapasitas sampah yang tersedia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Kota Padang.

“Memang sebelumnya Pemprov Sumbar bersama Pemko Padang sudah tanda tangan dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk proyek PSEL. Tetapi memang kapasitas sampah di TPA Air Dingin Padang belum memenuhi syarat,” kata Mahyeldi.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kelanjutan rencana PSEL di Padang.

Sementara itu, Diaz mengatakan persoalan kapasitas tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemilahan sampah dari hulu agar pengelolaan di tingkat berikutnya dapat berjalan lebih efektif.

“Untuk Sumatera Barat saya kira bisa dilakukan, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemilahan sampah di hulu,” ujarnya.

Diaz menjelaskan, timbulan sampah di Indonesia mencapai sekitar 144 ribu ton per hari. Namun, baru sekitar 25 persen yang terkelola.

Menurutnya, pemilahan dari hulu menjadi salah satu kunci untuk mengejar target Indonesia bebas sampah pada 2029. Sampah yang tidak dipilah sejak awal akan menyulitkan proses pengolahan, termasuk ketika menggunakan teknologi modern.

“Pemilahan sampah dari hulu untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2029. Karena jika tidak dipilah, secanggih apa pun sistem kita saat ini tidak akan berfungsi maksimal,” tegasnya.

Dengan timbulan sampah Padang yang masih berada di bawah kebutuhan PSEL, penguatan pemilahan dan pengelolaan sampah dari hulu menjadi salah satu solusi yang perlu dikembangkan pemerintah daerah. (sumber : langgam.id)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved