Rombongan Komisi III DPRD Sumbar saat
berada di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari Sariak, Kabupaten Agam, Sabtu
(1/8/2026)
AGAM, ANALISAKINI.ID--Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Provinsi Sumatera Barat mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari
Sariak, Kabupaten Agam, menjadi distributor pupuk bersubsidi guna memenuhi
kebutuhan petani. Langkah tersebut dinilai penting karena pasokan pupuk untuk
sektor pertanian di Nagari Sariak hingga kini masih belum terpenuhi secara
optimal.
Dorongan itu disampaikan saat Komisi III
DPRD Sumbar melakukan kunjungan kerja ke KDMP Nagari Sariak, Sabtu (1/8/2026).
Anggota Komisi III DPRD Sumbar,
Rafdinal, mengatakan keberadaan KDMP diharapkan mampu menjadi solusi atas
persoalan distribusi pupuk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
"Kita berharap KDMP bisa menjadi
distributor pupuk di Nagari Sariak dan sekitarnya, sehingga masyarakat tidak
lagi mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi," ujar Rafdinal.
Legislator daerah pemilihan
Agam-Bukittinggi itu menegaskan, program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas
pemerintah pusat harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,
khususnya di sektor pertanian.
"Harapan kita, program yang digagas
pemerintah pusat ini benar-benar dapat menjawab persoalan-persoalan yang ada di
tengah masyarakat," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD
Sumbar, Agus Syahdeman, menilai sebagian besar KDMP yang telah dikunjungi masih
menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia
dalam mengelola koperasi.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi
bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut mental dan kepercayaan diri
para pengurus yang masih cenderung pesimistis.
"Dari beberapa KDMP yang sudah kami
kunjungi, memang masih banyak persoalan. Kalau kami nilai, salah satunya adalah
persoalan psikologis. Ada pengurus yang belum percaya diri, bahkan sudah
pesimis. Kami ingin mengetahui apakah kondisi di KDMP Nagari Sariak juga
mengalami persoalan yang sama," katanya.
Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi
pengalaman masyarakat terhadap koperasi di masa lalu, seperti Koperasi Unit
Desa (KUD), yang dinilai belum berjalan sesuai harapan sehingga menimbulkan
keraguan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III
DPRD Sumbar didampingi Ketua KDMP Nagari Sariak yang akrab disapa Inyiak.
Ketua KDMP Nagari Sariak mengatakan,
gerai koperasi kini telah rampung 100 persen dan siap beroperasi. Pada tahap
awal, koperasi akan membuka sejumlah unit usaha, antara lain penyediaan
sembako, penyaluran gas liquefied petroleum gas (LPG), dan layanan apotek.
Selain itu, KDMP juga akan
mengoptimalkan potensi Nagari Sariak sebagai sentra hortikultura melalui
kolaborasi dengan kelompok tani. Koperasi juga menyiapkan strategi menjaga
stabilitas harga hasil panen saat produksi melimpah agar petani tidak dirugikan
akibat anjloknya harga di pasaran, termasuk ketika terjadi banjir produksi yang
selama ini bergantung pada Pasar Padang Luar.
Di sisi lain, KDMP akan bersinergi
dengan Pemerintah Nagari dalam penyaluran berbagai program bantuan dan barang
bersubsidi, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga distribusinya
lebih tepat sasaran dan dapat dikelola melalui unit usaha koperasi. (n-r-t)
