Padang, Analisakini.id-Banjir besar mengepung sejumlah wilayah di Kota Padang pada Senin, 3 Agustus 2026 akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hari.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh pertemuan massa udara dari Australia dan Samudra Hindia, serta adanya sirkulasi siklonik di barat daya Sumatra yang mempercepat pembentukan awan hujan masif.
Berikut adalah ranggutan dampak dan titik lokasi banjir terparah di Kota Padang berdasarkan laporan terkini di lapangan:
Area kampus di kawasan Aie Pacah terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa, melumpuhkan mobilitas mahasiswa.
Genangan air dari Jalan Bypass KM 15 meluap dan masuk hingga ke dalam ruang perawatan serta area parkir rumah sakit.
Banjir melanda pemukiman warga di Kampung Guo, Kelurahan Gunung Sarik, akibat luapan sungai. Selain itu, tanggul penahan banjir di Lapau Munggu, Lubuk Tampuruang dilaporkan jebol tergerus arus deras. Kawasan Pasar Lalang dan Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok juga ikut terendam.
Debit air Sungai Lubuk Minturun (kawasan Lumin) meningkat drastis. Luapan air juga menggenangi jalanan di Simpang Brimob Lubuk Buaya dan dekat perlintasan kereta api Simpang Anak Air (Jalan Adinegoro).
Jalan Nasional
Ruas jalan utama seperti Jalan Lintas Padang–Bengkulu dan Jalan Bypass KM 15 lumpuh atau sulit dilalui kendaraan akibat tingginya genangan air, menyebabkan banyak sepeda motor mogok.
Evakuasi & Kondisi Warga
Tim SAR gabungan saat ini tengah bersiaga dan melakukan evakuasi terhadap warga serta anak sekolah yang sempat terjebak genangan. Pihak BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada karena potensi hujan lebat masih dapat berlangsung hingga beberapa hari ke depan. (*/rl).
Bagikan