Pelantikan dan penandatanganan kontrak kinerja Direktur Utama dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Senin (31/8)
Cirebon, Analisakini.id– Walikota Cirebon, Effendi Edo menegaskan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.
Hal tersebut disampaikan saat pelantikan dan penandatanganan kontrak kinerja Direktur Utama dan Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Senin (31/8).
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Sekretaris Daerah, Iing Daiman.
Walikota menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi dan tim penguji yang telah menjalankan proses seleksi secara objektif, transparan, dan profesional.
Menurutnya, proses seleksi yang baik merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sehat. Karena itu, jajaran direksi yang baru diharapkan mampu melanjutkan fondasi tersebut melalui kinerja yang terukur dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pelantikan hari ini bukanlah garis finis dari sebuah kompetisi jabatan. Ini adalah titik nol. Titik di mana mulai memikul tanggung jawab untuk membawa perusahaan ini tidak hanya menjadi entitas yang sehat secara neraca, tetapi juga bermartabat dalam melayani publik Kota Cirebon,” ujarnya.
Walikota menilai, posisi Perumda Air Minum Tirta Giri Nata sangat strategis karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, air tidak semata-mata dapat dilihat sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga bagian penting dari kualitas kehidupan masyarakat.
“Air bukan sekadar komoditas ekonomi yang bisa dikonversi menjadi angka-angka di laporan akhir tahun. Air adalah peradaban. Air adalah kebutuhan paling asasi,” katanya.
Karena itu, Walikota meminta jajaran direksi baru tidak hanya menjadikan keuntungan perusahaan sebagai ukuran keberhasilan. Kesehatan keuangan tetap penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan kemanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menyebut setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian, yakni kualitas dan kontinuitas air yang diterima masyarakat, jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, serta kecepatan perusahaan dalam merespons keluhan pelanggan.
“Profit itu penting untuk kesehatan perusahaan, tetapi kemanfaatan publik harus menjadi tujuan utama,” tegasnya.
Kepada Direktur Utama Andri Satria, Walikota meminta agar kepemimpinan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata diarahkan pada transformasi perusahaan. Direktur Utama diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan, meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mempertahankan kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.
Sementara kepada Direktur Umum, Agung Astija, Walikota menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang kuat, khususnya dalam administrasi, tata kelola keuangan, sumber daya manusia, serta dukungan operasional.
“Bangun sistem kerja yang tidak bergantung pada figur, melainkan pada standar, prosedur, target, dan indikator evaluasi yang terukur,” ujarnya.
Walikota juga mengingatkan Direktur Utama dan Direktur Umum merupakan satu kesatuan dalam menjalankan manajemen perusahaan. Keduanya harus saling menopang dan membangun kolaborasi agar berbagai target perusahaan dapat dicapai.
“Selamat bekerja. Bekerjalah dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang kuat. Mari kita buktikan BUMD Kota Cirebon mampu menjadi kebanggaan, makin sehat, dan makin berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Andri Satria, mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat Kota Cirebon yang belum memperoleh akses air bersih secara optimal. Selain itu, belum seluruh pelanggan mendapatkan layanan air selama 24 jam.
“Memang tanggung jawab yang akan kita hadapi bersama Pak Dirum cukup berat. Masih cukup banyak masyarakat Kota Cirebon yang belum mendapatkan akses air bersih dan masih cukup banyak yang belum terlayani selama 24 jam,” kata Andri.
Ia menyebut, persoalan kehilangan air, cakupan pelayanan, dan kontinuitas menjadi tiga hal yang akan menjadi perhatian utama dalam lima tahun masa kepemimpinannya.
Terkait tingkat kehilangan air yang masih cukup tinggi, Andri mengatakan pihaknya akan berupaya menekan angka tersebut. Air yang berhasil diselamatkan dari kehilangan nantinya dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat yang selama ini belum terlayani.
“Menurunkan kehilangan air menjadi salah satu target kita. Selisih air yang bisa kita dapatkan nantinya bisa kita gunakan untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat yang belum terlayani,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Andri mengatakan jajaran direksi akan melakukan konsolidasi internal selama satu bulan ke depan. Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memetakan kembali berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan, baik dari sisi pelayanan maupun pengelolaan internal.
Momentum tersebut juga bertepatan dengan proses penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) perusahaan untuk tahun mendatang.
“Hasil pemetaan persoalan akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dijalankan,” tuturnya.
Andri Satria sebelumnya adalah Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang. Jabatan ini diamanahkan kepada dirinya sejak 2019. Sebelumnya beberapa jabatan di BUMD kota Padang sudah dipercayakan antara beberapa kali kepala divisi sebelum Dirtek. Sejak alumni ITB ini menjadi Dirtek, dia hafal beluk seluk beluk Perumda AM Kota Padang. Dan berkat kiprahnya, PDAM Kota Padang terus naik reputasi dalam memberikan pelayanan kepada publik. Publik tahu itu, meski dia bukan orang nomor satu. "Otak Perumda AM Kota Padang itu ada pada Pak Andri Satria. Dia profesional bekerja," ujar seorang pensiunan Perumda AM Kota Padang. (rl)
(rl)
Bagikan