Jakarta, Analisakini.id- Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat hari ini, Jumat (14/8/2026). Pidato kenegaraan Prabowo kali ini membahas laporan kinerja pemerintahan yang telah ia pimpin selama 21 bulan belakangan. Berikut lima topik di antaranya.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemaparan laporan kinerja ini disampaikan Prabowo sekitar pukul 9.34 WIB. Selain memaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan capaian pembangunan, Prabowo juga menyampaikan keterangan pemerintah mengenai Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 yang dilakukan usai rehat siang.
Ringkasan 5 Tema Pilihan yang Dibahas dalam Pidato Presiden Prabowo Subianto
Pidato Prabowo 14 Agustus 2026 di hadapan para anggota DPR/MPR, termasuk DPD, membahas banyak hal terkait kinerja yang telah dilakukan lembaga negara selama 21 bulan terakhir. Ia juga menyoroti berbagai kebijakan yang telah diambil.
Prabowo juga mengeklaim beberapa program yang dijalankan seperti MBG hingga Koperasi Desa/Kota Merah Putih. Klaim keberhasilan juga dipaparkannya terkait dengan swasembada pangan dan solar,
Berikut merupakan lima topik pilihan yang telah disampaikan pada pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI tahun 2026:
1. Satu Kebijakan Diambil Setiap Lima Hari
Salah satu tema yang disorot Prabowo dalam pidato tahunannya kali ini adalah kinerja pemerintahannya. Menurut Prabowo, jajaran pejabat di bawah kepemimpinannya telah bekerja dengan cepat.
Ia menyebut bahwa pemerintahannya telah memutuskan 121 kebijakan dalam 21 bulan masa kepresidenannya. Dengan jumlah itu, Prabowo berujar bahwa pemerintahannya telah memutuskan satu “kebijakan transformatif” setiap lima hari.
Presiden menjelaskan, kebijakan-kebijakan ini ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk berbagai masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” kata Prabowo, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat.
2. Swasembada Pangan dan Solar
Selain memberikan pujian kepada jajaran pejabat di bawahnya, Prabowo juga menyampaikan tema swasembada pangan dan solar. Prabowo menyebut, dua hal itu telah dicapai pemerintahannya pada tahun kedua menjabat.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada solar sejak 1 Juli 2026. Hal itu dicapai setelah Indonesia mampu memenuhi kebutuhan solar dalam negeri melalui produksi bahan bakar diesel dengan campuran B50. Kata Prabowo, sejak 1 Juli 2026, Indonesia telah menghemat devisa Rp170 triliun (sekitar USD9,5 miliar) karena tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.
Sementara itu, pada sektor pangan, Prabowo mengeklaim Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun. Delapan komoditas yang dimaksud itu adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tutur Prabowo.
3. Perusahaan Negara Disisakan Paling Banyak 300 BUMN
Prabowo Subianto juga menyoroti kinerja pemerintahannya dalam restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN). Ia berujar bahwa pemerintahannya tengah melakukan kemungkinan restrukturisasi korporasi terbesar di dunia melalui hal tersebut.
Selama dua tahun masa kepemimpinannya, Prabowo menyebut bahwa sudah ada 290 BUMN yang ditutup dari total 1.074 BUMN yang selama ini berdiri. Kini, pemerintah berupaya untuk menekan jumlah perusahaan yang tidak profit dengan memangkasnya.
Prabowo menyebut, nantinya akan ada sekitar 750 BUMN yang akan ditutup. Hal ini, katanya, dilakukan demi memastikan perusahaan milik negara hanya tersisa “yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah”.
“Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN,” ujar Prabowo.
4. BUMN Diarahkan untuk Mempercepat Industrialisasi dan Hilirisasi
Prabowo menjelaskan restrukturisasi BUMN itu juga dilakukan pemerintah guna meningkatkan industrialisasi dan hilirisasi. Menurutnya, BUMN yang tersisa nantinya akan diarahkan untuk mempercepat proses industrialisasi dan hilirisasi.
Prabowo menyebut proses tersebut akan digenjot pemerintah melalui 26 proyek hilirisasi tahun ini. Hal ini akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.
“Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminum ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai.”
5. Danantara Kelola Devisa Ekspor Senilai USD14 M dalam Dua Bulan
Prabowo juga menyoroti tata kelola devisa ekspor yang kini menjadi ranah Danantara. Menurutnya, sudah ada USD14 miliar devisa yang kini dikelola PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) selama dua bulanan beroperasi.
“Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dalam waktu dua bulan 13 hari, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai USD14 miliar dari tiga komoditas strategis,” katanya.
Prabowo juga menyebut hal itu membuat pemerintah akan memperluas cakupan operasi DSI. Rencananya, ruang kerja DSI akan mencakup 50 pelabuhan di 25 provinsi, perusahaan ini juga direncanakan akan menangani seluruh komoditas ekspor strategis. (sumber : tirto.id)