PADANG, ANALISAKINI.ID— Gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik,
tetapi juga amanah untuk terus memberikan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.
"Ya, doktor bukan berarti saya
sudah mengetahui segalanya. Justru semakin belajar, saya semakin menyadari
masih banyak hal yang perlu dipelajari. Ilmu pengetahuan itu sangat luas dan
proses belajar tidak pernah berhenti," ucap Anggota DPRD Sumatera Barat,
Zulkenedi Said, usai resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil
menyelesaikan ujian terbuka Program Doktor Studi Kebijakan di Pascasarjana
FISIP Universitas Andalas, Kamis (30/7/2026). Dalam sidang tersebut, Zulkenedi
dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Disertasi yang dipertahankannya berjudul
"Difusi Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat: Studi
Kasus Pembentukan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru
(AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19." Penelitian ini mengangkat
dinamika lahirnya kebijakan daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di
Sumatera Barat.
Ujian terbuka dipimpin oleh tim penguji
yang terdiri dari para akademisi Universitas Andalas. Setelah melalui proses
akademik yang berlangsung dengan baik, tim promotor menyatakan Zulkenedi layak
menyandang gelar doktor.
Promotor, Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH,
menyampaikan bahwa hasil ujian menunjukkan disertasi yang disusun Zulkenedi
telah memenuhi ketentuan akademik.
"Berdasarkan hasil ujian terbuka,
yang bersangkutan dinyatakan layak dipromosikan untuk memperoleh gelar
doktor," ujar Prof. Yuliandri.
Usai sidang, Zulkenedi menyampaikan rasa
syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari
bimbingan para promotor, penguji, serta dukungan keluarga dan seluruh pihak
yang telah mendampinginya selama menjalani pendidikan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur
dapat menyelesaikan studi ini. Sejak awal saya berkomitmen menjalani setiap
proses dengan sungguh-sungguh. Setiap masukan, koreksi, dan arahan dari para
dosen menjadi bekal yang sangat berharga bagi saya," katanya, dalam relis
yang dibagikan kepada berbagai media, Kamis (30/7/2026).
Bagi Zulkenedi, gelar doktor bukan
sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah untuk terus memberikan manfaat
melalui ilmu yang dimiliki.
"Ya, doktor bukan berarti saya
sudah mengetahui segalanya. Justru semakin belajar, saya semakin menyadari
masih banyak hal yang perlu dipelajari. Ilmu pengetahuan sangat luas dan proses
belajar tidak pernah berhenti," tuturnya.»
Di usia 63 tahun, Zulkenedi mengaku
tetap memiliki semangat untuk terus menambah wawasan. Bahkan, ia berencana
mempelajari bidang ilmu lain sebagai bagian dari pengembangan diri.
"Usia bukan alasan untuk berhenti
belajar. Selama masih diberikan kesempatan, saya ingin terus menuntut ilmu.
Semoga apa yang saya pelajari dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan
menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat," ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk
tidak ragu melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
"Jangan pernah lelah belajar.
Pendidikan adalah investasi yang akan selalu memberikan manfaat. Semoga semakin
banyak generasi muda yang memiliki semangat untuk terus menuntut ilmu dan
berkarya bagi daerah," pesannya.
Keberhasilan Zulkenedi Said meraih gelar
doktor menjadi salah satu contoh bahwa semangat belajar dapat terus tumbuh di
setiap fase kehidupan. Baginya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh
gelar, tetapi juga tentang memperluas wawasan, memperkuat integritas, dan
meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. (rel-n)
