Padang, Analisakini.id-
Senator RI Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan bahwa kolaborasi penanganan bencana dan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan wilayah Sumatera Barat secara optimal dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan mantan Ketua DPD RI dua periode itu dalam pertemuan dengan jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol di Padang, Kamis, 23 Juli 2026.
Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Prakosa P. Wibowo, memaparkan bahwa Indeks Risiko Bencana Indonesia 2025 menempatkan Sumatera Barat dalam kelas risiko tinggi, yakni 176,82. Bencana itu, meliputi gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan letusan gunung api.
"Kodam XX/TIB, dan BPBD Sumatera Barat telah membangun kolaborasi dalam kesiapsiagaan dan penanganan bencana Sumbar yang terjadi pada akhir November lalu," ujar Heri
Irman Gusman mengapresiasi dan menilai kerja bersama tersebut sangat strategis dan harus ditingkatkan karena Sumatera Barat termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Kolaborasi yang sudah berjalan ini harus menghasilkan kesiapan daerah yang semakin kuat. Ukurannya bukan hanya seberapa cepat kita bergerak setelah bencana, tetapi juga kesiapan sebelum bencana terjadi, mulai dari pemetaan risiko, jalur evakuasi, komunikasi darurat, peralatan, hingga distribusi logistik,” kata Irman.
Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMM PP Muhammadiyah itu itu menambahkan, kesiapsiagaan perlu dibangun sampai ke tingkat kabupaten, kecamatan, dan nagari. Koordinasi antara Kodam, Pemprov, BPBD, pemerintah kabupaten/kota, Basarnas, Polri, dan unsur masyarakat harus diuji secara berkala agar setiap pihak memahami perannya ketika terjadi keadaan darurat.
“Dalam bencana besar, masalahnya bukan hanya evakuasi korban. Pemerintah harus memastikan komando tetap berjalan, bantuan dapat menjangkau daerah terisolasi, dan pelayanan dasar masyarakat tidak terputus,” ujar Irman
Selanjutnya, Kasdam juga menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD di Sumatera Barat pada 2026 difokuskan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.
Di Padang Pariaman, TMMD ke-128 telah dilaksanakan pada 22 April hingga 21 Mei 2026 di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging. Program tersebut antara lain menghasilkan pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang dua kilometer, pembangunan jembatan dan gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta penyediaan sarana air bersih.
Sementara itu, TMMD/N ke-129 di Kabupaten Agam mulai dilaksanakan pada 15 Juli 2026 di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, selama 30 hari. Selain pembangunan fisik, program tersebut juga memuat kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Anggota Komite 1 DPD RI ini juga menilai fokus TMMD di Agam dan Padang Pariaman harus dikaitkan dengan persoalan strategis daerah, terutama keterbatasan akses antarnagari, kerawanan bencana, distribusi hasil pertanian, serta akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
“TMMD jangan hanya dinilai dari berapa kilometer jalan yang selesai dibangun. Yang lebih penting adalah apakah jalan tersebut membuka keterisolasian, memperlancar hasil pertanian, mempercepat bantuan ketika terjadi bencana, dan menggerakkan ekonomi nagari,” katanya.
Menurut Irman, kolaborasi penanganan bencana dan TMMD memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mengurangi kerentanan daerah. Penanganan bencana memperkuat kemampuan Sumatera Barat menghadapi krisis, sedangkan TMMD dapat memperkuat konektivitas, layanan dasar, ketahanan pangan, dan ekonomi masyarakat.
“Ketahanan wilayah tidak hanya dibangun melalui kekuatan pertahanan, tetapi juga melalui nagari yang terhubung, masyarakat yang siap menghadapi bencana, pangan yang tersedia, dan pelayanan dasar yang tetap berjalan dalam keadaan darurat,” tegas Irman Gusman.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu dihadiri oleh Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Prakosa P. Wibowo; Irdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Susanto; Kapoksahli Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Benny Febrianto, S.Sos., M.I.P.; Aster Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Inf Candra, S.E., M.I.Pol.; serta Kakumdam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Chk Wawan Kurniawan, S.Ag., S.H., M.H. (*/).
Bagikan