arrow_upward

Gandeng Hutama Karya, Unand Lepas 1.833 Mahasiswa KKN ke 92 Nagari di Sumatera Barat

Senin, 06 Juli 2026 : 07.05



Padang, Analisakini.id - Universitas Andalas (Unand) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menerjunkan 1.833 mahasiswa pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2026. Acara pelepasan sekaligus pembekalan yang menggandeng PT Hutama Karya (Persero) ini dilangsungkan di Auditorium Unand, Padang, pada Kamis (2/7/2026).

Para mahasiswa ini akan mengabdi di 92 nagari yang tersebar di 18 kabupaten dan kota di Sumatra Barat. Sejak tahun 2024, Unand telah melakukan inovasi dengan membagi pelaksanaan KKN ke dalam tiga skema utama, yakni KKN Reguler yang berjalan dua periode setiap tahun, KKN Tematik, serta KKN Kampus Berdampak. Kebijakan ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperluas kontribusi mahasiswa dalam menjawab berbagai dinamika dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Wakil Rektor I Unand, Prof. Dr. Syukri Arief, dalam sambutannya menekankan bahwa KKN merupakan wahana krusial bagi mahasiswa. Ruang ini menjadi tempat mengimplementasikan ilmu pengetahuan akademis sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Pada periode kali ini, mahasiswa membawa sejumlah misi dan program prioritas. Beberapa di antaranya adalah mendukung percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Tanah Datar yang perkembangannya akan dipantau secara berkelanjutan. Selain itu, mereka ditugaskan untuk memperkuat literasi dan infrastruktur digital masyarakat terkait proyek pembangunan jalan tol, di samping menjalankan program KKN reguler yang disesuaikan dengan potensi dan masalah masing-masing nagari.

Menurut Syukri, kolaborasi dengan PT Hutama Karya pada sesi pembekalan memberikan nilai tambah yang signifikan, terutama untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai arah pembangunan infrastruktur nasional.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya melaksanakan program pengabdian, tetapi juga menjadi duta infrastruktur digital yang mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab mengenai manfaat pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa merumuskan program kerja yang benar-benar membumi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta selalu menjaga kekompakan dan nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatra Barat, Yozarwardi Usama Putra, mengingatkan agar esensi pengabdian tidak direduksi.

"KKN bukan hanya formalitas akademik, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk hadir sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di nagari," katanya menegaskan.

Guna memastikan kesiapan mahasiswa, sesi pembekalan diisi dengan wawasan yang komprehensif. Perwakilan PT Hutama Karya, Muhammad Fauzan, memaparkan materi mengenai urgensi pembangunan infrastruktur nasional, khususnya jalan tol. Ia menyoroti bagaimana jalan tol membawa manfaat ganda, mulai dari peningkatan efisiensi mobilitas hingga dampaknya sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.

Pembekalan ini juga diperkaya oleh paparan dari sejumlah ahli dan praktisi, di antaranya Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Sumatra Barat Gusri Yaldi, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Tulus Abadi, serta perwakilan Corporate Communication HKR (Infrabuddies PT Hutama Karya) Eka Cristy Novianti.

Melalui sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BUMN ini, diharapkan ribuan mahasiswa Unand mampu tampil sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya bertugas mengedukasi masyarakat terkait transformasi digital dan infrastruktur, tetapi juga membawa dampak pemberdayaan yang nyata bagi kemajuan nagari-nagari di Sumatra Barat. (*/rl)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved