arrow_upward

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Sumbar: Perkuat Nilai Persatuan dan Teguhkan ABS-SBK

Senin, 01 Juni 2026 : 16.12

 

Ketua DPRD Sumbar Muhidi dan pejabat lainnya saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026).

 

PADANG, ANALISAKINI.ID-- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak masyarakat memperkuat persatuan serta menerapkan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) untuk menghadapi berbagai tantangan sosial dan maraknya narasi yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut disampaikan Muhidi usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026).

Menurut Muhidi, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga meneguhkan semangat persatuan, kebersamaan, dan keadilan sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

"Ya, kehadiran seluruh unsur pemerintahan dalam upacara ini menunjukkan bahwa kolaborasi, kerja sama, dan sinergitas antarlembaga berjalan dengan baik. Ini penting untuk menjaga persatuan sekaligus mempercepat pembangunan daerah," ujar Muhidi.

Ia menilai, sila kelima Pancasila tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai kepedulian yang sangat tinggi. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama akan lebih mudah menghargai perbedaan dan menjauhi sikap diskriminatif.

"Kalau prinsip-prinsip ini bisa kita jalankan, maka diskriminasi tidak akan ada. Berbeda itu pasti, tetapi yang tidak boleh adalah diskriminasi," katanya.

Muhidi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak pada sikap merasa paling benar. Menurutnya, setiap orang wajib bekerja dengan benar dan mempertahankan kebenaran, namun tetap harus menghormati pandangan orang lain demi menjaga persatuan.

"Kita bekerja secara benar itu wajib. Mempertahankan kebenaran juga wajib. Tetapi merasa paling benar, itu yang menjadi persoalan," tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan, menghargai kemampuan orang lain, serta memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk membangun daerah dan menjaga keutuhan bangsa.

"Kita membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Dengan itu, seluruh potensi yang kita miliki dapat digunakan untuk menjaga bangsa ini. Para pendiri bangsa telah mengorbankan jiwa, raga, dan pemikiran mereka untuk Indonesia. Tugas kita sekarang adalah memahami, mengamalkan, dan mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, terutama nilai kemanusiaan yang beradab.

Menurut Mahyeldi, lima sila dalam Pancasila lahir dari nilai-nilai dan kearifan lokal yang telah hidup serta berkembang di tengah masyarakat Indonesia sejak dahulu, sehingga harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Salah satu nilai yang dinilai semakin penting untuk dijunjung tinggi saat ini adalah adab dalam berinteraksi, baik di lingkungan masyarakat maupun di ruang digital dan media sosial.

"Nilai-nilai Pancasila bukan datang dari luar, tetapi lahir dari budaya dan karakter bangsa Indonesia sendiri. Karena itu, adab, etika, dan sikap saling menghormati harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat," kata Mahyeldi. (n-r-t)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved