Mantan Rektor UNP Prof. Ganefri, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn)
Djamari Chaniago, Rektor UNP Prof. Krismadinata, dan alumnus UNP Khairul Jasmi,
usai pertemuan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (ist)
JAKARTA, ANALISAKINI.ID--Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyambut positif usulan pemindahan markas dan lapangan tembak TNI yang berada dekat kampus Universitas Negeri Padang (UNP) di Air Tawar, Padang.
Sikap
itu disampaikan Djamari saat menerima Rektor UNP Prof. Krismadinata dan mantan
Rektor Prof. Ganefri, didampingi alumnus UNP Khairul Jasmi, di kantornya,
Gedung Utama Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat No. 15, Jakarta Pusat,
Selasa (9/6/2026).
“Saya
menyambut positif ide pemindahan itu,” katanya.
Ia
menyebut sudah menerima laporan insiden tersebut dari Kodam XX/Tuanku Imam
Bonjol, juga dari UNP, tak lama setelah kejadian.
Dalam
pertemuan itu, rombongan UNP melaporkan peristiwa peluru nyasar yang melukai
dua orang di lingkungan kampus. Keduanya kini dalam perawatan.
Menurut
Rektor, banyak pihak was-was insiden serupa akan terjadi lagi. Guna memastikan
hal itu tak terulang, ia meminta dukungan Djamari agar pemindahan segera
terealisasi.
“Insya
Allah,” jawab Menko Polkam.
Insiden
terjadi di depan Gedung Rektorat UNP, Selasa (2/6) sore. Dua orang luka-luka,
salah satunya mahasiswi UNP Nova Wirantika. Peluru berasal dari lapangan tembak
di Lapai. Ini, fasilitas Kompi Senapan A Yonif 133/Yudha Sakti yang berjarak
sekitar 800 meter dari kampus induk UNP Air Tawar.
Kasus
peluru nyasar itu sudah terjadi tujuh kali. Namun, yang terekam di jejak
digital hanya empat. Tiga lainnya terjadi sebelum media akrab dengan internet.
UNP pun sebelumnya telah menyurati Menko Polkam agar lokasi latihan tembak
ditinjau ulang.
Pada
Juli mendatang, UNP akan mengundang Djamari Chaniago berbicara di hadapan para
dosen. Pertemuan itu dinilai bermanfaat untuk menanamkan nilai-nilai
nasionalisme dan kebangsaan. (rel)
