arrow_upward

Bupati Benny Warlis Lantik Heri Prasetyo Wibowo sebagai Kadisperta Agam di Masjid Agung

Selasa, 02 Juni 2026 : 19.46

Lubukbasung, Analisakini.id-Pejabat yang berasal dari Kabupaten Pasaman ini, dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam oleh Bupati Agam, Benni Warlis, di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Selasa (2/6).

Benni Warlis menegaskan, sektor pertanian merupakan sektor strategis yang tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan sejumlah program prioritas pembangunan pertanian periode 2025-2029, salah satunya Sawah Pokok Murah (SPM) yang menjadi program unggulan daerah.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keterjangkauan biaya produksi petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

"Program ini bukan sekadar program pertanian semata, tetapi bagian dari strategi pembangunan daerah untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh, berkeadilan dan berkelanjutan," ujarnya.

Heri Prasetyo Wibowo sebelumnya adalah Kadis Pertanian Pasaman yang dilantik oleh Bupati Pasaman Benny Utama pada 6 Juli 2023.

Dilihat dari latar belakang, Pras begitu dia disapa adalah alumni Fakultas Pertanian Unand angkatan 91. Bupati Agam Benny Warlis juga alumni Fakultas Pertanian Unand angkatan 82. Mantan pamong senior yang terakhir jabatannya adalah Komisaris Utama Bank Nagari, ternyata saat mahasiswa aktif di KOMMA FPUA. Pras tak disangka pula aktif pula di KOMMA FPUA. Eranya yang beda. Dan tak pernah ketemu antara senior dengan yunior. Jadi dipercaya sebagai Kadisperta tak terlepas dari rekam jejak Pras saat pimpin Diperta di Pasaman. Benny Warlis yang matang di birokrasi, tentu hafal betul mana pejabat yang bagus dan bisa menerjemahkan visi misinya untuk kemajuan Agam dan masyarakatnya. (rl)
Kepada Heri Prasetyo Wibowo, Bupati Agam menaruh harapan besar agar mampu menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat pelaksanaan program-program prioritas tersebut.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini tidak ringan. Selain keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana, sektor pertanian juga dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia serta dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.

"Keterbatasan itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Sebab kita butuhkan adalah kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, menyusun prioritas yang tepat, dan menghadirkan solusi kreatif serta terukur," tegasnya. (*/).
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved