![]() |
| Wakil Rektor I Unand Prof. Syukri Arief, bertindak sebagai pembina upacara dalam upacara peringati Hardiknas di kampus itu. (humas). |
Padang, Analisakini,id-Universitas Andalas (Unand memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-78 Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Rektorat Kampus Limau Manis, Senin (4/5).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh segenap civitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Wakil Rektor I Unand, Prof. Syukri Arief, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Pidato tersebut menekankan di tengah tantangan global seperti disrupsi digital, krisis iklim, hingga perubahan dunia kerja akibat kecerdasan artifisial, pendidikan tetap menjadi kunci utama dalam membangun peradaban dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan yang inklusif, adil, dan relevan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban kebangsaan.
Lebih lanjut, transformasi pendidikan tinggi diarahkan pada tiga pilar utama, yakni perluasan akses yang inklusif bagi seluruh anak bangsa, penguatan kolaborasi antara kampus dan berbagai sektor melalui kemitraan strategis, serta pengembangan riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan Indonesia harus melangkah lebih jauh, tidak hanya sebagai pengguna ilmu pengetahuan, tetapi sebagai pencipta ilmu. Melalui berbagai program strategis, pemerintah mendorong lahirnya talenta unggul dan ilmuwan kelas dunia sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hardiknas di Unand menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan sosial. Semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan bangsa.
Melalui upacara ini, civitas akademika Unand diajak untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berdampak luas. Dari ruang-ruang belajar hari ini, masa depan Indonesia tengah dibentuk dan diarahkan menuju kemajuan yang berkelanjutan.(rl)
