Padang, Analisakini.id- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat untuk menjaga "dompet" warga agar tidak tercekik lonjakan harga. Melalui Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah menjamin rantai pasok pangan di Kota Padang dalam kondisi aman dan terkendali.
Pertemuan strategis yang digelar di Kediaman Resmi Wali Kota pada Kamis (7/5/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Fokus utamanya yakni menjaga psikologi pasar agar tidak terjadi kepanikan yang memicu kenaikan harga sepihak.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, membawa angin segar dalam rapat tersebut. Berdasarkan data terbaru, 12 komoditas pangan utama di Kota Padang saat ini berstatus surplus atau berlebih.
"Cadangan beras kita bahkan mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan. Secara umum kondisi pangan kita sangat aman," ungkap Iqbal.
Meski demikian, pemerintah tetap memasang mata pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Mengingat masa ketahanan stoknya yang rendah, pengawasan terhadap dua bumbu dapur utama ini menjadi prioritas harian agar tidak terjadi kelangkaan di pasar.
Memastikan stabilitas ini bukan sekadar angka di atas kertas, TPID Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumbar telah menyiapkan enam langkah konkret. Pertama yakni mengandalkan laporan harian dari 38 petugas lapangan di 19 kabupaten/kota untuk memantau neraca pangan secara akurat. Selanjutnya memindahkan stok dari daerah yang kelebihan pasokan ke daerah yang kekurangan, khususnya untuk cabai dan bawang.
Kemudian mengoperasikan lima unit mobil Toko Tani Indonesia Center (TTIC) untuk menjemput bola dan melayani warga di lokasi strategis. Mempercepat alokasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan memperkuat infrastruktur mesin pendingin (cold chain).
Kemudian menggelar rapat rutin bulanan bersama Bulog, Bank Indonesia, hingga pihak swasta untuk mengawal kondisi pasar. Termasuk melakukan pengawasan ketat di lapangan untuk mencegah adanya spekulan yang sengaja memainkan harga.
Tak hanya fokus pada stok, pemerintah juga mulai mengedukasi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada beras. Warga diajak melirik potensi pangan lokal seperti sagu atau keladi sebagai alternatif karbohidrat yang sehat.
Iqbal Ramadi Payana berharap seluruh strategi ini dapat berjalan selaras antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.
"Saat ini tingkat inflasi Sumatera Barat sudah sangat baik di bawah 1,95%. Kita harus jaga prestasi ini tetap stabil hingga hari raya nanti," tutupnya optimis. (cl)
Bagikan