arrow_upward

UNAND Perketat Pengawasan dan Siagakan Layanan Peserta di Hari Pertama UTBK 2026

Selasa, 21 April 2026 : 20.33


Padang, Analisakini.id– Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 secara nasional resmi dimulai hari ini. Di Universitas Andalas (UNAND), pelaksanaan UTBK dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 dengan dukungan infrastruktur yang matang serta pengawasan yang diperketat guna menjaga integritas proses seleksi.

Sebanyak 1.200 unit komputer berbasis sistem operasi Linux disiapkan untuk memastikan kelancaran ujian. Pada sesi awal pelaksanaan, program studi kedokteran menjadi salah satu pilihan yang paling diminati oleh peserta.

Seiring dengan tingginya minat pada program studi tertentu, panitia menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dalam proses pengawasan. Berbagai potensi kecurangan diantisipasi melalui prosedur pengawasan yang ketat dan berlapis, termasuk pemeriksaan terhadap penggunaan perangkat yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Pengawasan kami perketat sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Pengawas juga kami instruksikan untuk responsif terhadap setiap indikasi yang mencurigakan,” ujar panitia pelaksana.

Penentuan lokasi UTBK sepenuhnya diatur oleh pusat, sementara peserta hanya dapat memilih kota atau wilayah pelaksanaan. Di UNAND, lokasi ujian tersebar di sejumlah fakultas yang didukung fasilitas laboratorium komputer yang memadai.

Untuk menunjang kenyamanan peserta, UNAND turut menyediakan layanan pendukung berupa tenaga medis yang siaga selama pelaksanaan ujian, serta pos-pos informasi di sejumlah titik strategis guna membantu peserta menemukan lokasi ujian dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Pada hari pertama pelaksanaan, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian. Kunjungan tersebut didampingi oleh Wakil Rektor I, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran, Direktur Teknologi Informasi serta perwakilan pusat UTBK sebagai bagian dari monitoring pelaksanaan.

Dalam kesempatan tersebut, Efa Yonnedi menegaskan  pelaksanaan UTBK harus menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan keadilan.

“Kami memastikan seluruh sistem, mulai dari infrastruktur hingga pengawasan, berjalan optimal untuk menjaga integritas proses seleksi. Ini bukan hanya soal pelaksanaan ujian, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.

Ia juga menambahkan kehadiran layanan medis dan pos informasi merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memberikan pengalaman ujian yang aman dan nyaman bagi peserta.

“Kami ingin peserta dapat mengikuti ujian dengan tenang, tanpa kendala teknis maupun non-teknis. Seluruh dukungan kami siapkan secara maksimal, baik dari sisi fasilitas, layanan informasi, hingga kesiapsiagaan tenaga medis,” pungkasnya.(*/rl)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved