Padang, Analisakini.id- Universitas Andalas (UNAND) optimistis penambahan tujuh guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu di kampus tersebut akan mempercepat pencapaian target sebagai kampus kelas dunia atau world class university (WCU).
"UNAND sangat optimistis menuju kampus kelas dunia karena itu juga tergantung pada reputasi para profesor sebagai gelar akademik tertinggi," kata Rektor UNAND Efa Yonnedi di Padang, Sabtu.
Saat ini perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa tersebut memiliki 231 guru besar setelah pengukuhan tujuh guru besar dari Fakultas Hukum dan Fakultas Peternakan.
Eks konsultan Bank Dunia itu mengatakan, dengan adanya tambahan guru besar maka otomatis akan berdampak pada peningkatan kualitas pengajaran mahasiswa. Tidak hanya itu, para guru besar juga bisa menjadi gerbang awal mendapatkan pendanaan dari lembaga swasta, pemerintah, hingga internasional.
"Semakin banyak kita mengakses pendanaan riset dari luar maka itu akan menentukan reputasi UNAND," ujarnya.
Menurut dia, guru besar adalah ujung tombak kemajuan universitas. Sebab, mereka tidak hanya sebatas pemimpin intelektual tetapi juga memegang peranan strategis dalam membangun reputasi perguruan tinggi. Peran vital itu diharapkan bisa menggerakkan riset inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Dalam arahannya, rektor berpesan agar riset yang dihasilkan UNAND harus berdampak nyata terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama Provinsi Sumbar.
"Riset yang kita lakukan tidak hanya harus menghasilkan pengetahuan yang baru, tetapi bagaimana memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui return on investment maupun social return on investment," kata dia.
Ketujuh guru besar yang dikukuhkan UNAND tersebut yakni Prof Husmaini, Prof Elly Roza, Prof Firda Arlina, Prof Montesqrit, dan Prof Sri Melia dari Fakultas Peternakan. Sementara Prof Kurnia Warman dan Prof Ferdi berasal dari Fakultas Hukum. (*/rl)