PADANG, ANALISAKINI.ID--Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia bergerak
cepat melakukan intervensi pemulihan sosial-ekonomi di Provinsi Sumatera Barat
melalui penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah strategis ini diawali dengan
kegiatan bertajuk “Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program Makan
Bergizi Gratis di Lokasi Pascabencana” yang berpusat di Gedung Bagindo Aziz
Chan Youth Center, Rabu (22/4/2026).
Langkah konkret ini diambil menyusul
terjadinya dinamika alam dan bencana yang melanda sejumlah titik di Sumatera
Barat pada akhir 2025 lalu. Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur,
tetapi juga mengganggu rantai pasok pangan yang menjadi pilar utama Program
MBG.
Program MBG merupakan proyeksi nasional
untuk meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045, dengan target 92
juta penerima manfaat pada tahun 2029. Namun, kondisi force majeure di daerah membutuhkan penanganan khusus agar
pemenuhan gizi anak sekolah, balita, dan ibu hamil tetap berjalan stabil.
"Kondisi pascabencana menuntut
intervensi pemerintah untuk memulihkan perekonomian masyarakat. Kami fokus pada
optimalisasi peran program MBG sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus
pemenuh gizi masyarakat di daerah terdampak," kata Kepala BGN Dr. Ir.
Dadan Hindayana di Padang.
Dikatakannya, fokus utamanya memperkuat
koneksi antara Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) dengan para pelaku ekonomi
lokal atau supplier yang terdampak bencana. Dengan menggandeng pemerintah
daerah, BGN berupaya memastikan para pemasok bahan pangan lokal kembali berdaya
dan mampu menyuplai kebutuhan program secara berkelanjutan.
Aksi BGN
Selama dua hari pelaksanaan (22-23 April
2026), BGN menggelar serangkaian aksi nyata, di antaranya Dialog Sinergi, mempertemukan
pemerintah pusat, daerah, hingga koordinator wilayah untuk merajut kembali
efektivitas program di lokasi bencana.
Lalu, kunjungan lapangan, meninjau
langsung para supplier pemasok bahan pangan SPPG yang terdampak bencana untuk
memberikan dukungan pemulihan usaha.
Berikutnya Pasar Murah, memberikan ruang
bagi para supplier lokal untuk mengenalkan dan mempromosikan hasil produksinya
langsung kepada masyarakat.
Role Model
Provinsi Sumatera Barat diharapkan
menjadi role model atau percontohan nasional dalam hal konsolidasi para pihak
untuk pemberdayaan masyarakat di lokasi bencana. Praktik baik yang dihasilkan
dari sinergi ini nantinya akan direplikasi di daerah lain yang menghadapi
tantangan serupa.
Melalui sinergi ini, program MBG tidak
hanya berperan dalam pengurangan angka stunting dan peningkatan prestasi siswa,
tetapi juga menjadi instrumen krusial dalam pengurangan kemiskinan dan
pemulihan ekonomi masyarakat Sumatera Barat pascabencana. (yuke)
