Padang, Analisakini.id- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas peran aktif wartawan dalam publikasi pemberitaan selama masa penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang digelar di Aula Istana Gubernur Sumatera Barat, Minggu (26/4/2026).
Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kontribusi insan pers dalam menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan terverifikasi kepada masyarakat, khususnya selama masa penanganan darurat bencana hidrometeorologi pada 25 November hingga 22 Desember 2025.
Dalam situasi darurat bencana, wartawan dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyebaran informasi publik. Melalui pemberitaan yang bertanggung jawab, masyarakat dapat memperoleh pesan, imbauan, serta perkembangan penanganan bencana secara tepat dan dapat dipercaya.
Sumatera Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi di Indonesia. Secara geografis, wilayah ini memiliki potensi berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, hingga aktivitas gunung api.
Selain penyerahan penghargaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengisi peringatan HKB 2026 dengan kegiatan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat yang mengikuti Car Free Day di kawasan Jalan Sudirman, Kota Padang.
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Erasukma Munaf, mengatakan momentum HKB 2026 yang bertepatan dengan hari Minggu dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kebetulan HKB tahun 2026 ini jatuh pada hari Minggu. Karena itu, kita memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang mengikuti Car Free Day,” kata Erasukma.
Menurut Erasukma, edukasi kebencanaan perlu terus dilakukan mengingat Sumatera Barat memiliki potensi bencana yang cukup kompleks.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami langkah-langkah kesiapsiagaan dan mampu merespons potensi bencana dengan lebih baik. (*)