arrow_upward

Soal Polemik Tambang Andesit di Kasang, Bersama PBHI Warga Beraudiensi dengan Komisi IV DPRD Sumbar

Senin, 09 Maret 2026 : 15.44

 

Audiensi PBHI dengan Komisi IV DPRD guna menyikapi keluhan warga soal tambang andesit di Batang Anai, Padang Pariaman, bertempat di Ruang Khusus DPRD Sumbar, Senin (9/3/2026).

 

PADANG, ANALISAKINI.ID—Polemik aktivitas tambang andesit di Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, kembali mencuat. Tak puas dengan aktivitas tersebut, perwakilan masyarakat setempat bersama Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumatera Barat mendatangi DPRD Sumatera Barat.

Mereka diterima melalui audiensi Komisi IV DPRD Sumbar. Diterima Anggota DPRD Gino Irwan dari Fraksi Partai Demokrat, bertempat di ruang khusus DPRD Sumbar di Padang, Senin (9/3/2026).

"Ya, kita akan koordinasikan untuk tinjau ulang. Kalau ada diskriminalisasi dan kita akan tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ujar Gino.

Menurut Gino Irwan, pihaknya selaku wakil rakyat memiliki kewenangan sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, pihaknya pasti tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

"Kita tidak ingin persoalan ini menjadi berlarut-larut, karena idealnya masalah pasti ada solusi. Pihak masyarakat, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan investor, harus menjalankan aturan dan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Salah seorang peserta audiensi mengatakan, pihaknya jauh-jauh sebelum usaha pertambangan itu dilakukan, pihaknya telah merasa tidak dilibatkan. 

"Kita sengaja menyampaikan aspirasi soal tambang andesit di Padang Pariaman, karena menimbulkan keresahan," ujar salah seorang peserta audiensi.

Menurutnya, Warga Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, memprotes aktivitas tambang batu andesit PT Dayan Bumi Artha karena khawatir meningkatkan risiko longsor, banjir, dan kerusakan sumber air di kawasan DAS Batang Anai.

"Kami perempuan diminta berikan tanda tangan diawalnya dijanjikan akan diberi fasilitas air bersih, tetapi setelah berjalan waktu terungkap tanda tangan kami disalahgunakan," ujarnya sembari menambahkan, pihaknya datang ke DPRD saja, justru dapat ancaman.

“Kami minta hentikan tambang andesit di Kasang," ujarnya. (r-n)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved