Bandung, Analisakini.id- Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan gagasan strategis terkait pengembangan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Indonesia dalam Workshop Penguatan Program Revitalisasi RSPTN yang digelar di Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, pada 10–11 Maret 2026.
Forum yang mempertemukan para Rektor, Direktur Rumah Sakit Pendidikan, dan Pimpinan Fakultas Kedokteran serta Kedokteran Gigi dari berbagai perguruan tinggi ini menjadi ruang penting untuk merumuskan arah pengembangan RSPTN dalam mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis melalui Sistem Kesehatan Akademik (SKA).
Rektor UNAND menegaskan bahwa RSPTN tidak hanya harus berfungsi sebagai wahana layanan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga harus menjadi pusat keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan daerah maupun nasional.
Menurutnya, transformasi RSPTN perlu dibangun di atas fondasi pelayanan yang kuat, modern, dan berorientasi pada mutu. Dalam konteks itu, UNAND mendorong prinsip pelayanan S3: senyum, speed, secure sebagai nilai dasar dalam pengembangan rumah sakit pendidikan. Prinsip ini menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, cepat, dan aman sebagai wujud kualitas layanan yang humanis sekaligus profesional.
Rektor UNAND juga menyampaikan bahwa penguatan RSPTN menjadi langkah strategis dalam mendukung misi Asta Cita dan prioritas nasional, khususnya untuk akselerasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Melalui revitalisasi yang dirancang secara berkelanjutan mulai 2026, RSPTN diharapkan mampu bertransformasi menjadi rumah sakit pendidikan utama yang unggul, berdaya saing, serta memiliki keunggulan inovasi sesuai dengan karakteristik masing-masing institusi.
Workshop ini sendiri merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek bersama Asosiasi RSPTN (ARSPTN). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat program revitalisasi RSPTN 2026, menghasilkan rancangan peta jalan pengembangan RSPTN, serta menyusun rancangan petunjuk teknis program revitalisasi berdasarkan klaster.
Melalui forum ini, UNAND menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem Sistem Kesehatan Akademik di Indonesia, sekaligus menghadirkan rumah sakit pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*/rl)
